NUSANTARA
BMKG Warning Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
AKTUALITAS.ID – Lautan Indonesia sedang tidak ramah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis peringatan dini yang pantang untuk diabaikan. Mulai hari ini, 11 hingga 14 September 2026, ancaman gelombang tinggi hingga 4 meter bersiap menghantam sejumlah wilayah perairan di Tanah Air.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh pola angin kencang yang mengamuk. Di utara ekuator, angin bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya, sementara di selatan ekuator melaju dari Timur hingga Tenggara. Keduanya tercatat memiliki kecepatan yang mengerikan, yakni berkisar 6 hingga 25 knot.
Bagi Anda nelayan, operator kapal tongkang, maupun penumpang kapal feri—kewaspadaan tingkat tinggi adalah harga mati. Berikut adalah pemetaan zona bahaya dari BMKG yang wajib Anda perhatikan:
Zona Merah: Siaga Gelombang Ganas (2,5 hingga 4 Meter)
Angin berkecepatan tinggi memicu gelombang setinggi atap rumah di area ini. Kapal-kapal kecil dan menengah sangat rentan terbalik jika nekat melintas di:
Selat Malaka bagian utara
Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung (Termasuk Nias, Mentawai, Bengkulu)
Samudra Hindia selatan Pulau Jawa (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur)
Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT
Zona Kuning: Waspada Gelombang Menengah (1,25 hingga 2,5 Meter)
Meski tidak setinggi Zona Merah, area ini tetap menyimpan potensi bahaya mematikan bagi perahu nelayan tradisional dan pelayaran jarak dekat:
Wilayah Barat & Tengah: Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa (Barat, Tengah, Timur), Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, dan Selat Makassar (Tengah & Selatan).
Wilayah Timur: Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru (Utara, Tengah, Barat, Timur).
Wilayah Samudra Pasifik: Utara Maluku, Utara Papua Barat, Utara Papua Barat Daya, dan Utara Papua.
BMKG menegaskan bahwa kondisi perairan saat ini memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Kapal nelayan kecil adalah yang paling terancam disapu gelombang, diikuti oleh kapal tongkang dan feri penyeberangan antar-pulau.
“Masyarakat, nelayan, dan pelaku transportasi laut diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca laut sebelum beraktivitas. Jangan memaksakan diri jika cuaca memburuk,” tegas BMKG dalam laporannya.
Alam sedang menunjukkan taringnya. Memaksakan diri berlayar di tengah cuaca ekstrem sama dengan menantang maut di tengah lautan terbuka.
Apakah jadwal perjalanan laut atau aktivitas melaut Anda berada di kawasan zona merah minggu ini? Pastikan Anda menundanya demi keselamatan! (Irawan/Mun)
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
JABODETABEK11/09/2026 05:30 WIBBMKG: Awan Tebal Mengintai Jakarta Jumat Ini
-
DUNIA11/09/2026 08:00 WIBSerangan Israel Tewaskan Satu Keluarga di Gaza
-
NASIONAL11/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong Satu Kementerian Khusus Urusan Bencana
-
JABODETABEK11/09/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Jumat 11 September 2026

















