Connect with us

JABODETABEK

9 Kecamatan Jakarta Masuk Zona Rawan Tanah Bergerak

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Warga Ibu Kota kini harus menghadapi ancaman ganda. Bukan hanya banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi membunyikan alarm peringatan dini terkait ancaman pergeseran tanah dan longsor yang mengintai sembilan kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hingga akhir September 2026.

Peringatan kritis ini bukan gertakan kosong. BPBD menyusun pemetaan ini berdasarkan data silang (overlay) kerentanan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan prakiraan curah hujan dari BMKG.

Hasilnya, sembilan wilayah ditetapkan masuk dalam “Zona Menengah” pergeseran tanah. Tujuh wilayah berada di Jakarta Selatan, yakni Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sementara dua wilayah lainnya berada di Jakarta Timur, yaitu Kramatjati dan Pasar Rebo.

BACA JUGA  Indeks Demokrasi di Jakarta Tertinggi Selama Empat Tahun Berturut-turut

Meski berada di level menengah, BPBD memperingatkan bahwa risiko bencana bisa meledak seketika jika curah hujan turun di atas ambang batas normal.

“Pada zona menengah, gerakan tanah sangat mungkin terjadi jika curah hujan ekstrem, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan lembah sungai, tebing jalan, gawir, atau lereng yang labil,” tegas BPBD DKI Jakarta dalam keterangan resminya.

Menghadapi potensi bencana yang mengancam keselamatan warga ini, BPBD mendesak seluruh jajaran aparatur kewilayahan, mulai dari Camat hingga Lurah, untuk turun langsung ke lapangan. Masyarakat yang bermukim di titik-titik rawan juga diminta meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa di tengah cuaca yang kian tak menentu. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  BMKG Prediksi Hari Ini Sebagian Wilayah Jakarta Dilanda Hujan Disertai Petir

TRENDING