Connect with us

EKBIS

Rupiah Makin Dekati Rp18 Ribu

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terpukul telak pada perdagangan Kamis (24/9/2026), memimpin kejatuhan mayoritas mata uang Asia di hadapan kedigdayaan dolar Amerika Serikat (AS). Tarik-menarik ekspektasi kebijakan moneter The Fed serta dinamika perdagangan global kembali menempatkan mata uang Garuda di posisi paling rentan.

Berdasarkan data Reuters pukul 02.20 GMT dan Refinitiv pukul 09.15 WIB, rupiah kompak terperosok 0,59% atau menyentuh level Rp17.900 per dolar AS. Depresiasi ini menjadikannya mata uang dengan performa harian terburuk di Asia, disusul oleh won Korea Selatan yang tersungkur 0,55% ke posisi 1.373,33 won per dolar AS.

Tekanan pasar sudah terlihat jelas sejak bel pembukaan berbunyi. Rupiah langsung terkoreksi 0,22% di level Rp17.835 per dolar AS, sebelum akhirnya kehilangan 65 poin tambahan dalam waktu yang sangat singkat.

BACA JUGA  Rupiah Melemah Pagi Ini, Investor Tunggu Peresmian Danantara

Kendati demikian, layar pantau valas menunjukkan sedikit anomali pencatatan dari berbagai instrumen penyedia data. Bloomberg merekam rupiah di level Rp17.864 per dolar AS (menguat tipis 0,26% dari penutupan sebelumnya di Rp17.818), sementara Yahoo Finance mematok angka di level Rp17.798 per dolar AS pada waktu yang bersamaan.

Badai penguatan dolar AS ini nyaris menyapu rata seluruh instrumen keuangan Asia. Dolar Taiwan ikut melemah 0,36%, disusul ringgit Malaysia (-0,24%), baht Thailand (-0,13%), peso Filipina (-0,10%), dan yuan China (-0,09%). Di tengah tekanan tersebut, hanya yen Jepang yang sukses melawan arus dengan mencetak penguatan 0,23% ke 157,92, diikuti dolar Singapura yang merangkak naik tipis 0,07%.

BACA JUGA  Pelemahan Rupiah Dipicu Ketidakpastian Jelang Pilpres AS 2024

Kejatuhan hari ini semakin memperburuk performa kumulatif makroekonomi rupiah. Sepanjang tahun berjalan (year-to-date) di 2026, mata uang RI ini tercatat telah terdepresiasi sangat dalam hingga 6,11% dibandingkan penutupan akhir 2025 di Rp16.670.

Koreksi brutal ini menempatkan rupiah di dasar klasemen kawasan, jatuh lebih dalam dibandingkan rupee India (-5,81%) dan peso Filipina (-4,79%). Situasi ini berbanding terbalik dengan sejumlah negara tetangga yang masih mampu menjaga rapor hijau secara tahunan, seperti won Korea (+4,39%), yuan China (+3,97%), dolar Singapura (+1,16%), dan ringgit Malaysia (+0,75%). (Firman/Mun)

TRENDING