DUNIA
Pesawat di Riyadh Rusak Parah Usai Dirudal Houthi
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal ke Bandara Riyadh, Arab Saudi. Serangan itu disebut menjadi aksi ketiga yang dilakukan dalam hari yang sama terhadap wilayah Saudi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompok yang didukung Iran tersebut meluncurkan dua rudal ke Bandara Riyadh. Selain itu, Houthi juga mengklaim menembakkan satu rudal ke bandara di Najran dan satu rudal lainnya ke pangkalan udara Khamis Mushait.
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa saat setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan mencegat rudal yang ditembakkan Houthi menuju wilayah kerajaan.
Situasi di ibu kota Saudi dilaporkan sempat mencekam setelah sejumlah ledakan terdengar di berbagai titik. Sejumlah sumber kemudian mengungkap adanya kerusakan pada armada pesawat di Bandara Riyadh.
Salah satu sumber menyebut setidaknya satu pesawat mengalami kerusakan sangat parah akibat dampak serangan tersebut. Sementara sumber lain menyatakan sedikitnya tiga pesawat terkena serangan dan mengalami kerusakan.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai tingkat kerusakan maupun potensi korban yang ditimbulkan. Pihak berwenang Arab Saudi juga belum mengeluarkan laporan lengkap terkait kondisi bandara pasca-insiden.
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar eskalasi konflik di kawasan yang melibatkan Houthi dan Arab Saudi. Kelompok Houthi dalam beberapa bulan terakhir terus meningkatkan intensitas serangan ke berbagai target strategis, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur penting Saudi.
Bandara Riyadh sendiri merupakan salah satu fasilitas vital di Arab Saudi yang menjadi pintu utama lalu lintas udara internasional. Karena itu, setiap ancaman terhadap bandara tersebut langsung menjadi perhatian dunia dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan.
Di tengah memanasnya konflik, serangan rudal ke jantung Arab Saudi ini berpotensi memperbesar ketegangan geopolitik regional yang selama ini melibatkan Houthi, Iran, dan koalisi pimpinan Saudi. Publik kini menunggu respons resmi Riyadh atas klaim serangan yang kembali mengguncang kawasan Timur Tengah tersebut. (Mun)
-
EKBIS09/10/2026 09:30 WIBIHSG Terjun Bebas Nyaris Jebol ke Bawah 6.000
-
POLITIK09/10/2026 11:02 WIBGolkar Pastikan Prabowo Maju Lagi di 2029
-
JABODETABEK09/10/2026 08:30 WIBGeger! Mayat Perempuan Terikat Ditemukan di Kamar Kos
-
OTOTEK09/10/2026 13:30 WIBWhatsApp Resmi Tak Bisa Dipakai di HP Ini
-
EKBIS09/10/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Sentuh Rp2,572 Juta per Gram
-
POLITIK09/10/2026 15:00 WIBKPP DEM Gelar Media Session, KPU DKI Tekankan Pentingnya Pemahaman Regulasi Pemilu
-
EKBIS09/10/2026 09:00 WIBMekeng Dukung Aturan Baru ESDM
-
EKBIS09/10/2026 20:00 WIBDriver Ojol Dapat Senjata Baru Lawan Aplikator
















