Connect with us

POLITIK

PKS Mau Bahas Ijazah Gibran di DPR, NasDem Pilih Tunggu Komando Surya Paloh

Aktualitas.id -

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni,

AKTUALITAS.ID – Wacana pengusutan polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Senayan mulai membelah sikap fraksi-fraksi di DPR. Saat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersiap tancap gas menggulirkan isu ini usai masa reses, Partai NasDem justru memilih “cuci tangan” dan enggan terseret dalam manuver tersebut.

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, secara lugas menegaskan bahwa partainya tidak akan ikut campur tanpa ada instruksi langsung dari sang Ketua Umum, Surya Paloh. Sejauh ini, titah dari pucuk pimpinan NasDem hanya satu: fokus bekerja dan mendukung penuh pemerintahan saat ini.

“Kebetulan NasDem sendiri, Ketua Umum memerintahkan tetap bekerja sesuai aturan yang berlaku. Memberikan dukungan kepada pemerintah. Yang lain-lain belum ada perintah,” ungkap Sahroni saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

BACA JUGA  Waketum NasDem Nilai Wajar Sejumlah Nama Menteri Masuk Dalam Survei Bursa Capres 2024

Sikap pasif NasDem ini bertolak belakang dengan mesin politik PKS yang sedang dipanaskan. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, mengonfirmasi bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) telah menugaskan Fraksi PKS di DPR untuk mulai bergerilya membangun komunikasi lintas partai terkait aspirasi rakyat soal ijazah Gibran.

Bahkan, wacana penggunaan Hak Angket atau hak menyatakan pendapat yang bisa menggoyang kursi Wakil Presiden kini mulai disinggung secara terbuka oleh kubu PKS.

“DPP PKS menugaskan kepada Fraksi DPR RI untuk membangun komunikasi politik terlebih dahulu dengan fraksi-fraksi lain. Saat ini DPR RI masih reses, kita akan tunggu nanti saat masa sidang berikutnya,” tantang Kholid, Rabu (20/10/2026).

BACA JUGA  Partai NasDem Dorong Komunikasi Politik Lintas Partai

PKS menegaskan akan menjajaki semua masukan mengenai ijazah Gibran dan menguji nyali fraksi lain di parlemen. “Yang penting bangun komunikasi politik dulu, menjajaki apa pandangan kawan-kawan di DPR,” tambahnya. (Bowo/Mun)

TRENDING