POLITIK
PKS Mau Bahas Ijazah Gibran di DPR, NasDem Pilih Tunggu Komando Surya Paloh
AKTUALITAS.ID – Wacana pengusutan polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Senayan mulai membelah sikap fraksi-fraksi di DPR. Saat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersiap tancap gas menggulirkan isu ini usai masa reses, Partai NasDem justru memilih “cuci tangan” dan enggan terseret dalam manuver tersebut.
Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, secara lugas menegaskan bahwa partainya tidak akan ikut campur tanpa ada instruksi langsung dari sang Ketua Umum, Surya Paloh. Sejauh ini, titah dari pucuk pimpinan NasDem hanya satu: fokus bekerja dan mendukung penuh pemerintahan saat ini.
“Kebetulan NasDem sendiri, Ketua Umum memerintahkan tetap bekerja sesuai aturan yang berlaku. Memberikan dukungan kepada pemerintah. Yang lain-lain belum ada perintah,” ungkap Sahroni saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Sikap pasif NasDem ini bertolak belakang dengan mesin politik PKS yang sedang dipanaskan. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, mengonfirmasi bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) telah menugaskan Fraksi PKS di DPR untuk mulai bergerilya membangun komunikasi lintas partai terkait aspirasi rakyat soal ijazah Gibran.
Bahkan, wacana penggunaan Hak Angket atau hak menyatakan pendapat yang bisa menggoyang kursi Wakil Presiden kini mulai disinggung secara terbuka oleh kubu PKS.
“DPP PKS menugaskan kepada Fraksi DPR RI untuk membangun komunikasi politik terlebih dahulu dengan fraksi-fraksi lain. Saat ini DPR RI masih reses, kita akan tunggu nanti saat masa sidang berikutnya,” tantang Kholid, Rabu (20/10/2026).
PKS menegaskan akan menjajaki semua masukan mengenai ijazah Gibran dan menguji nyali fraksi lain di parlemen. “Yang penting bangun komunikasi politik dulu, menjajaki apa pandangan kawan-kawan di DPR,” tambahnya. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL28/10/2026 18:05 WIBPolisi Larang Wartawan Liput Demo di Bundaran HI
-
NUSANTARA29/10/2026 07:30 WIBPaman Mau Perkosa Keponakan, Lansia Penolong Malah Dihajar Hingga Tewas
-
POLITIK28/10/2026 16:00 WIBSahroni Sindir Ijazah Palsu? PSI: Sindirannya Tak Tepat
-
DUNIA28/10/2026 18:00 WIBInggris Bersiap Hadapi Ancaman Perang
-
NASIONAL28/10/2026 20:00 WIBLechumanan Sebut Jokowi Terganggu Pemberitaan Ijazah Palsu
-
NASIONAL29/10/2026 06:00 WIBDasco Minta Kritik Kabut Asap Dijawab dengan Penegakan Hukum
-
JABODETABEK28/10/2026 17:00 WIBICW Bongkar Dugaan Hilangnya Pasal Krusial dari RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL28/10/2026 19:00 WIBSahroni Sebut Usulan KPK Berpotensi Langgar HAM
















