Connect with us

EKBIS

Efek Boikot Membara! Saham RANS Hancur Lebur Kian Jauh di Bawah IPO

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Tekanan dahsyat seruan boikot terhadap Raffi Ahmad mulai menghantam keras gurita bisnisnya di lantai bursa. Saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) tersungkur nyaris 5 persen pada pembukaan perdagangan Selasa (3/11/2026) pagi.

Data perdagangan bursa hingga pukul 09.15 WIB mencatat saham RANS ambles ke level 97 per lembar, atau melosot 4,90 persen dari penutupan sebelumnya di 102. Sempat dibuka di level 101 dan menguji batas atas 102, aksi jual masif langsung melempar harga RANS ke titik terendahnya hari ini.

Kondisi ini membuat kinerja saham emiten milik Sultan Andara tersebut kian meredup. Harga RANS saat ini sudah keok hingga 42,94 persen di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) yang dulu dibanderol Rp 170 per lembar.

BACA JUGA  IHSG Cetak Kenaikan Lagi, Dibuka Menguat 0,39% ke Level 8.082

Tak hanya harga saham yang ambrol, kepercayaan investor publik juga luntur drastis. Data registrasi pemegang saham per September 2026 menunjukkan eksodus masif investor. Jumlah pemegang saham (SID) RANS menyusut 14,75 persen menjadi 126.253 SID. Angka ini terjun bebas jika dibandingkan saat awal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026 yang sempat menampung 754.691 investor.

Meskipun investor asing tercatat melakukan akumulasi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 1,08 miliar pada 2 November 2026, tekanan dari pasar domestik yang menguasai 84,88 persen porsi transaksi tidak terbendung.

Sentimen negatif ini disulut oleh keterlibatan Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 pada 29 Oktober lalu yang memicu kemarahan publik karena dinilai menandingi aksi demonstrasi mahasiswa. Dampaknya bersifat domino; gelombang pembatalan meluas hingga ke RANS Carnival Sleman, Yogyakarta, di mana band papan atas seperti Tipe-X dan Guyon Waton memilih mundur bersama sejumlah tenant UMKM.

BACA JUGA  IHSG Hari Ini Turun Tajam Usai Libur Lebaran

Raffi Ahmad sendiri telah melayangkan klarifikasi melalui media sosialnya dengan menyatakan hanya hadir sebagai undangan dan tidak terlibat dalam penyusunan acara, seraya menegaskan tetap menghormati hak berpendapat mahasiswa. Namun, klarifikasi tersebut belum mampu membendung sentimen negatif pasar. (Firman/Mun)

TRENDING