Berita
Pengamat: Posisi Gerindra Bergantung Pada Jokowi Bukan Lagi Prabowo
AKTUALITAS.ID – Tawaran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II akan dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo. “Saya kira akan dipertimbangkan secara masak oleh Jokowi,” kata pemerhati politik, Said Salahudin, Selasa (16/7). Bahkan soal tawaran itu, diyakini akan dibahas pula oleh Jokowi pada saat melakukan pertemuan dengan parpol koalisi pendukung. […]
AKTUALITAS.ID – Tawaran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II akan dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo.
“Saya kira akan dipertimbangkan secara masak oleh Jokowi,” kata pemerhati politik, Said Salahudin, Selasa (16/7).
Bahkan soal tawaran itu, diyakini akan dibahas pula oleh Jokowi pada saat melakukan pertemuan dengan parpol koalisi pendukung.
Prabowo Subianto menyatakan kesiapan membantu Presiden terpilih Joko Widodo jika diperlukan, itu artinya Prabowo sudah mengoper bola kepada Jokowi.
“Jadi kalau nanti Jokowi bilang: saya ingin ada kader Gerindra di kabinet, maka Prabowo tak bisa lagi berkata: kami akan menjadi oposisi,” ujar Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) itu.
Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo kepada Jokowi pada saat keduanya melakukan pertemuan “Stasiun MRT” di Jakarta pada 13 Juni 2019, tidak bisa ditafsir lain, kecuali sebagai isyarat bahwa Gerindra siap bergabung di pemerintahan baru Jokowi.
“Itu kan kode keras dari Prabowo. Ketika dia menggunakan diksi “siap membantu”, itu artinya Prabowo sudah menyatakan komitmen bahwa partai yang dipimpinnya bersedia memberi sokongan kepada Jokowi supaya pemerintahan barunya nanti menjadi pemerintahan yang kuat,” ujar Said.
“Jadi, dimana posisi Gerindra pada periode pemerintahan baru nanti sebetulnya sangat bergantung pada keputusan Jokowi, bukan lagi pada Prabowo. Sebab jika Jokowi bilang: saya ingin ada kader Gerindra di kabinet, maka Prabowo tak bisa lagi berkata: kami akan menjadi oposisi,” tambahnya.

Soal dimana sokongan itu akan diberikan, lanjut Said, tentu saja di ranah eksekutif dan legislatif.
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal
-
FOTO07/08/2026 18:45 WIBFOTO: Bawaslu Teken Kerjasama dengan Pemuda LIRA Perkuat Pengawasan Pemilu
-
PAPUA TENGAH07/08/2026 09:00 WIBPBB: Jangan Rampas Suara Rakyat Lewat Ambang Batas Parlemen
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
EKBIS07/08/2026 09:30 WIBIHSG Kembali Hijau
-
NASIONAL07/08/2026 17:00 WIBMuzani Klaim Prabowo Jiplak Jurus Sakti Bung Hatta
-
NASIONAL07/08/2026 11:00 WIBDPR: QRIS Diduga Dimanfaatkan untuk Deposit Judi Online
-
NASIONAL07/08/2026 10:00 WIBSatu Tahun Berlalu, KPK Belum Berani Tahan Tersangka CSR BI?

















