Berita
Empat Tentara Myanmar Tewas saat Bentrok dengan Pasukan Milisi,
Setidaknya empat personel militer Myanmar tewas saat bertempur melawan pasukan milisi, Tentara Nasional Pembebasan Ta’ang (TNLA), di Namkham, negara bagian Shan pada Rabu (5/1). Menurut keterangan penduduk lokal, usai saling serang, personel militer Myanmar menembakkan artileri ke anggota TNLA yang tengah beroperasi di dekat rumah sakit Namkham. “Mereka menembakkan sekitar enam atau tujuh peluru artileri. […]
Setidaknya empat personel militer Myanmar tewas saat bertempur melawan pasukan milisi, Tentara Nasional Pembebasan Ta’ang (TNLA), di Namkham, negara bagian Shan pada Rabu (5/1).
Menurut keterangan penduduk lokal, usai saling serang, personel militer Myanmar menembakkan artileri ke anggota TNLA yang tengah beroperasi di dekat rumah sakit Namkham.
“Mereka menembakkan sekitar enam atau tujuh peluru artileri. Itu sangat keras dan kami mendengar sekitar lima atau enam warga sipil di dekat rumah sakit mengalami luka-luka,” kata warga tersebut, seperti dikutip The Irrawady.
TNLA datang ke rumah sakit kota untuk mencari sesuatu atau seseorang, kata warga lokal itu. Namun, dia tak tahu persis apa yang mereka cari.
Media komunitas di Ta’ang, Shwe Pee Myay News Agency, mengatakan enam warga sipil dari Desa Hona terluka imbas tembakan pasukan junta. Mereka di antaranya anak usia dua tahun, anak usia lima tahun, dua perempuan lansia berumur 60-an tahun.
Anak-anak itu mengalami luka di bagian kepala, bahu dan lengan mereka, sementara dua lansia terluka di bagian perut.
Pertempuran itu merupakan yang pertama kali antara pasukan junta dengan milisi etnis di tahun 2022. Kedua belah pihak memang kerap bertempur sejak 2012. Namun, tahun lalu intensitas konflik di antara mereka berkurang.
TNLA merupakan anggota Aliansi Persaudaraan yang berbasis di timur laut Myanmar. Anggota aliansi lainnya, Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar yang berbasis di Kokang, telah berulang kali bentrok dengan pasukan junta dalam beberapa pekan terakhir.
Sejak kudeta 1 Februari, TNLA sesekali bentrok dengan pasukan junta, serta dengan kelompok bersenjata etnis lain yang berbasis Shan.
Myanmar berada dalam krisis politik dan kemanusiann usai militer mengambil alih paksa kekuasaan pada 1 Februari lalu.
Sejak kudeta, beragam perlawanan muncul. Mulai dari gerakan pembangkangan sipil hingga pembentukan pasukan pertahanan rakyat. Korban pun berjatuhan, karena junta tak segan membunuh siapa saja yang menentang kekuasaan mereka.
Sejauh ini, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) melaporkan 1.443 tewas dan 11.369 warga sipil ditangkap.
-
RIAU28/06/2026 01:10 WIBReplika Wisma Sri Mahkota Jadi Magnet Stand Bengkalis di MTQ Riau 2026
-
RIAU28/06/2026 11:59 WIBBupati Kasmarni Serahkan Piala Bergilir MTQ Riau, Target Bengkalis Rebut Kembali Gelar Juara
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
NASIONAL28/06/2026 00:33 WIBKemhan Klaim Program SPPI Sudah Sesuai Prosedur
-
DUNIA28/06/2026 15:00 WIBBaru Teken Damai, Langit Lebanon Dibom Israel
-
RIAU28/06/2026 16:20 WIBPolda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
RAGAM28/06/2026 11:30 WIBStudi Lama Ungkap Dugaan Hajar Aswad Berasal dari Meteorit

















