Berita
Bawaslu Sarankan Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur
AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menyarankan pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur, Malaysia. Hal ini terkait dengan video viral tentang sejumlah surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang dikuasai lalu dicoblos.
“Diulang prosesnya dengan metode pos dan kotak suara keliling,” kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja saat jumpa pers di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu (14/4/2024).
Bagja pun membenarkan peristiwa di dalam video viral tersebut, dan menegaskan bahwa surat suara yang sudah dicoblos, terhimpun dari kotak suara keliling (KSK) maupun pos, tidak dihitung.
“Tidak dilakukan penghitungan, karena terdapat banyaknya rangkaian peristiwa pelanggaran yang kemudian memberikan dampak terhadap pemungutan suara metode pos dan kotak suara keliling di Kuala Lumpur,” kata Bagja.
Dijelaskan Bagja, untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur, Bawaslu menyarankan untuk melakukan pemutakhiran data pemilih terlebih dahulu, untuk metode pos dan kotak suara keliling.
Pemilih yang sudah terdaftar memilih di tempat pemungutan suara (TPS) tidak boleh masuk dalam basis data pencocokan dan penelitian (coklit) untuk pemutakhiran data pemilih serta tidak diikutkan dalam pemungutan suara metode pos dan kotak suara keliling.
“Ini untuk menghindari adanya kegiatan mencoblos dua kali,” kata Bagja.
Bawaslu juga merekomendasikan Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur untuk mencari metode selain pos untuk menghindari kejadian dalam video kembali terulang.[Enal Kaesar/Ari Wibowo]
-
EKBIS02/05/2026 17:30 WIBBeri Dampak Sosial-Ekonomi, Danantara Evaluasi Beragam Peluang
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 23:00 WIBAntusiasme Tinggi Warnai Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa Bersama Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 16:30 WIBYan Mandenas dan Kapolda PPT Pantau Pendistribusian dan Cek Kesiapan Stok Beras di Bulog KC Timika
-
JABODETABEK02/05/2026 19:00 WIBKoridor Baru Layanan Biskita Trans Depok Mulai Dikembangkan
-
POLITIK02/05/2026 18:30 WIBMegawati: Pancasila Harus Jadi Ruh Hukum di Tengah Hiper-Regulasi
-
NASIONAL02/05/2026 18:00 WIBKPAI Minta Proses Hukum Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Ciawi
-
DUNIA02/05/2026 19:30 WIBUSS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah
-
OLAHRAGA02/05/2026 20:00 WIBPeran Indonesia di Motorsport Global Diperkuat Pertamina

















