Berita
Istana Sebut Aneh Jika Situng Real Count Disetop
AKTUALITAS.ID – Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menilai aneh ada pihak yang meminta KPU untuk menghentikan proses penghitungan suara real count pemilu presiden 2019. “Kalau kemudian ada orang yang minta agar real count situng didrop, ini kan aneh,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (3/5/2019). Ia menjelaskan sejak pemilu 2014, sistem penghitungan cepat atau quick count […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menilai aneh ada pihak yang meminta KPU untuk menghentikan proses penghitungan suara real count pemilu presiden 2019.
“Kalau kemudian ada orang yang minta agar real count situng didrop, ini kan aneh,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (3/5/2019).
Ia menjelaskan sejak pemilu 2014, sistem penghitungan cepat atau quick count sudah menjadi tradisi di Indonesia. Sedangkan, real count yang situng ini sebagai referensi alat bantu yang sebenarnya juga ada sejak dulu.
“Dulu kan ada kawal pemilu. Nah, berbagai insterumen ini menunjukkan bahwa sebenarnya demokrasi kita sudah semakin dewasa,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini demokrasi semaki maju dan alat kontrolnya semakin banyak. Maka, kalau situngnya ditake down misalnya, masih ada kawal pemilu yang kurang lebih nanti hasilnya sama.
“Karena materi perhitungan C1-nya juga sama. Dengan demikian, harapannya proses pendewasaan kita terhadap hasil Pemilu ini dimaknai jangan karena enggak sesuai harapannya minta dihapus dan sebagainya,” tandasnya. [Inilahcom]
-
NASIONAL08/09/2026 14:00 WIBBuku Islam ala Prabowo Catut Nama Tokoh Nasional
-
NASIONAL08/09/2026 15:30 WIBAndina Bongkar Bahaya AI Jadi Alat Pengawasan Massal
-
POLITIK08/09/2026 16:00 WIBPartai Demokrat Tegaskan AHY Tak Sedang Bicara Pilpres 2029
-
JABODETABEK08/09/2026 17:30 WIBTPA Galuga Bogor Ditutup Sementara Imbas Kebakaran
-
NUSANTARA08/09/2026 14:30 WIBHujan Deras Picu Banjir di 3 Wilayah Sumut
-
DUNIA08/09/2026 15:00 WIBKim Jong Un: AL Korut Harus Bisa Balas Mematikan
-
EKBIS08/09/2026 16:30 WIBGalih Minta Kemenkeu Tutup Celah Kebocoran
-
NASIONAL08/09/2026 13:15 WIBKetua KPK: Proses Pengembalian Amplop Masih Diselidiki

















