Berita
Fahri Hamzah Dukung Pembangunan Istana Kepresidenan di Papua
Fahri mengatakan, usulan membangun istana presiden sudah dilontarkannya sejak lama, bahkan dirinya lebih setuju jika ibu kota dipindahkan ke Papua.
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun istana kepresidenan di Papua, mencerminkan visi revolusi mental dan poros maritim.
“Papua sangat penting sekali ada kehadiran fisik. Jadi dengan dibukanya istana di Papua, itu kehadiran simbolik yang baik dan bagus sekali,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan, usulan membangun istana presiden itu sudah dilontarkannya sejak lama, bahkan dirinya lebih setuju apabila ibu kota dipindahkan ke Papua
Fahri menilai Indonesia harus memulai tradisi Asia-Pasifik, maritim itu basisnya Pasifik dan salah satu wilayah paling besar di Pasifik itu adalah Papua.
“Artinya pulau paling besar di Pasifik ini Papua selain Australia,” ujarnya.
Dia menilai selain mendirikan istana kepresidenan di Papua, pemerintah harus menghidupkan kembali bandara di Biak dan melakukan pemekaran di wilayah Papua.B
Fahri mengatakan, wilayah Papua terlalu besar sehingga perlu dilakukan pemekaran agar pengelolaan masyarakat lebih intensif sehingga paling tidak ada enam provinsi dan beberapa kabupaten/kota dihidupkan kembali.
“Kita jangan bicara jumlah penduduk ya, tapi kita bicara jumlah dan luas teritorinya. Kita sebagai bangsa wajib menjadikan pulau itu yang makmur dan pulau yang sejahtera,” katanya. [ Antara ]
-
POLITIK10/09/2026 07:00 WIBPDIP Baca Pidato AHY sebagai Sinyal Ketidakpuasan
-
POLITIK10/09/2026 11:00 WIBPrabowo Bongkar Sikap Demokrat Saat Tak Berkuasa
-
NUSANTARA10/09/2026 07:30 WIBTim SAR Sisir 3 Pulau, 5 Jurnalis Belum Ditemukan
-
EKBIS10/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat di Tengah Bursa Asia Memerah
-
EKBIS10/09/2026 11:30 WIBEmas Antam Hijau Lagi Setelah Sempat Turun
-
NUSANTARA10/09/2026 12:30 WIBTNI AL Turunkan Kapal Perang Cari Jurnalis Hilang
-
JABODETABEK10/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Buka Hari Ini
-
POLITIK10/09/2026 09:00 WIBAhli MK Tegaskan Kuota 30 Persen Perempuan Tak Boleh Sekadar Formalitas

















