Polwan Terpapar Ajaran ISIS , Disinyalir Terafiliasi JAD


Foto : Istimewa

Asep juga mengemukakan, pendalaman mencakup potensi dibocorkannya rencana polisi membekuk teroris oleh Nesti.

AKTUALITAS.ID -Bripda Nesti Ode Samili, anggota polisi wanita (Polwan) Polda Maluku Utara yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri akibat terpapar radikalisme, disinyalir terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra, hal itu didapat sebagai hasil pemeriksaan Nesti yang ditangkap pekan lalu.

“Yang bersangkutan terpaparnya sudah begitu mendalam, ditandai dengan yang bersangkutan sudah aktif, terafiliasi dengan jaringan JAD,” ujar Asep di Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Rabu, (9/10).

Asep menyampaikan, polisi juga telah melakukan penangkapan atas terduga-terduga teroris JAD di Bekasi, Jawa Barat, dua pekan lalu. Polisi saat ini akan menggali lebih lanjut keterkaitan Nesti dengan jaringan JAD.

“Karena ini sudah jelas ada kaitannya dengan salah satu jaringan teroris yang dua minggu lalu sudah kita amankan,” ujar Asep.

Asep juga mengemukakan, pendalaman mencakup potensi dibocorkannya rencana polisi membekuk teroris oleh Nesti. Atas kasus ini, polisi juga sudah pasti memberhentikan Nesti dari satuan kepolisian.

Ads Aktualitas

“Masih didalami terkait apakah NOS (Nesti) pernah membocorkan informasi kepolisian,” ujar Asep.

Sebelumnya diberitakan, aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengamankan seorang polwan, Bripda Nesti Ode Samili (NOS). Nesti diamankan lantaran diduga terpapar paham radikalisme ajaran ISIS.

Penangkapan Bripda Nesti merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Bripda Nesti yang merupakan anggota Ditreskrimum Polda Maluku Utara ini sudah pernah diamankan lantaran diduga terpapar paham radikalisme.

“Ini sudah dua kali dia diamankan karena diduga terpapar paham radikal ISIS,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Oktober 2019.

Ads Aktualitas