Berita
Terpantau 36 Titik Api, Ribuan Hektare Hutan Kawasan Rinjani Terbakar
Arah sebaran kebakaran menuju barat selatan Gunung Rinjani.
AKTUALITAS.ID – Hutan di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan kebakaran pada Minggu, (20/10). Kebakaran di area Pelawangan Senaru Gunung Rinjani diperkirakan seluas 2.557 hektare.
Api terus membesar akibat wilayah NTB memasuki puncak musim kemarau dan diperparah dengan tiupan angin yang cukup kencang.
Kepala Pelaksana Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dwi Pangestu, mengatakan bahwa petugas gabungan berusaha mencegah api masuk ke jalur pendakian Senaru.
Sebanyak 75 pendaki yang seluruhnya wisatawan asing telah turun dari Gunung Rinjani. Mereka sebelumnya naik melalui jalur Senaru. Sementara itu, 61 lainnya yang melalui jalur lain masih di gunung.
“Tanggal 19 Oktober sebanyak 75 pendaki naik melalui jalur Senaru. Hari itu langsung turun sebanyak 72 orang. Sisa tiga orang hari ini telah turun,” kata Dwi.
Kebakaran diduga disebabkan oleh api loncat, artinya api berasal dari lokasi hutan Danau Segara Anak yang terbakar, kemudian merambah Pelawangan.
Berdasarkan pantauan aplikasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), hari ini terdapat 36 titik api atau hotspot di kawasan Gunung Rinjani. Arah sebaran kebakaran menuju barat selatan Gunung Rinjani.
-
RIAU26/06/2026 21:00 WIBPolres Bengkalis Tangkap Dua Tersangka Kasus Penggelapan Sepeda Motor
-
FOTO26/06/2026 22:45 WIBFOTO: Film CLBK Siap Tayang Serentak di Bioskop Indonesia
-
NASIONAL26/06/2026 20:49 WIBSudah Empat Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Baru akan Evaluasi Pelatihan Latsarmil
-
RAGAM26/06/2026 21:45 WIBButuh Hampir Satu Dekade, Ide Film CLBK Akhirnya Tembus Layar Lebar
-
EKBIS26/06/2026 07:00 WIBBahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Akan Naik Meski Dunia Memanas
-
RIAU26/06/2026 23:59 WIBKafilah Bengkalis Tuntaskan Registrasi MTQ Riau 2026, Bawa 70 Peserta Terbaik
-
POLITIK26/06/2026 11:00 WIBMahfud Tantang Presiden Prabowo Umumkan Siapa Dalang Demo Bayaran
-
EKBIS26/06/2026 10:30 WIBRupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar

















