Berita
Pengalaman Pemilu 2019, KPU Batasi Syarat Usia Petugas KPPS
“Batas maksimal 60 itu terlalu tua.
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatasi syarat usia panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan kelompok penyelenggara pemilihan suara (KPPS) minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun. Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Ilham Saputra dalam rapat dengar pendapat (RDP) soal rancangan PKPU dengan Komisi II, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ini mengantisipasi pengalaman wafatnya panitia di level bawah pada pemilu 2019 lalu, memang rata-rata usia yang meninggal itu usia di atas 60 kecuali yang kecelakaan,” kata Ilham dalam paparanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11).
Selain itu Ilham menjelaskan tambahan lain terkait syarat menjadi anggota PPK, PPS, KPPS yaitu calon panitia harus mampu secara jasmani, rohani, dan bebas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Kemudian calon panitia harus berpendidikan paling rendah Sekolah Menengah Atas/sederajat.
Ilham menambahkan, syarat tambahan lainnya yaitu calon panitia tidak pernah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap oleh KPU Kabupaten/Kota atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum. Kemudian calon panitia belum pernah menjabat dua periode dalam jabatan yang sama sebagai anggota PPK, PPS, dan KPPS. Serta tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilihan.
Syarat-syarat tersebut kemudian mendapat respon yang beragam. Anggota Komisi II dari fraksi Partai Gerindra Kamrussamad mengapresiasi adanya usulan perubahan PKPU tersebut. Ia justru mengusulkan agar usia minimal calon PPK, PPS, dan KPPS yaitu 20 tahun, alasannya usia 17 tahun dianggap masih belum ada pengalaman sebagai pemilih lantaran usia tersebut merupakan usia sah menjadi oemilih. Sedangkan usia maksimal 60 tahun menurutnya terlalu tua untuk menjadi seorang panitia pemungutan suara.
“Batas maksimal 60 itu terlalu tua. Kita menghadapi bonus demogradfi besar. Sebagian besar ada di pedesaan, diharapkan mereka bisa membantu pemerintah yang berusia 50 atau 55 tahun. Ini dasar pertimbangan kita,” katanya.
Sementara itu anggota Komisi II fraksi Partai Golkar Agung Widyantoro mempertanyakan alasan KPU membatasi usia maksimal petugas pemungutan suara. Ia pun mempertanyakan hasil evaluasi penyebab meninggal petugas KPPS pada Pemilu 2019 lalu.
“Kalau (kematian diebabkan) terkait usia, boleh revisi usia,” katanya.
Selain itu, Ia juga menyoroti diksi ‘mampu’ pada syarat ‘mampu secara jasmani’. Menurutnya kata ‘mampu’ dan ‘sehat’ adalah dua hal yang berbeda.
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
DUNIA19/10/2026 00:00 WIBSaudi Minta Houthi Diputus dari Pasokan Senjata
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
DUNIA18/10/2026 08:00 WIBSingapura Ungkap 7 Perusahaan Diduga Picu Asap Karhutla RI
-
NUSANTARA18/10/2026 06:30 WIBLima Kawasan Gunung di Jatim Terbakar

















