Berita
Digoyang Demo, Hongkong Dipastikan Memasuki Resesi Ekonomi
Ekonomi Hong Kong menyusut 3,2% selama periode Juli hingga September
Hong Kong memastikan bahwa negaranya memasuki resesi ekonomi pertama dalam satu dekade seiring berlanjutnya unjuk rasa anti-pemerintahan di sana.
Ekonomi Hong Kong menyusut 3,2% selama periode Juli hingga September dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal itu memastikan data awal yang dirilis.
Artinya, ekonomi negara itu telah mengalami kontraksi – pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif atau penurunan produk domestik bruto (PDB) – selama dua kuartal berturut-turut, yang merupakan definisi umum dari sebuah resesi ekonomi.
Wisatawan menjauh, sementara toko-toko merugi di tengah pertempuran antara demonstran anti-pemerintah dengan polisi.
“Permintaan domestik memburuk secara signifikan pada kuartal ketiga, karena insiden sosial setempat menyebabkan ambruknya aktivitas konsumsi dan menjatuhkan prospek ekonomi yang bergantung pada konsumsi dan sentimen investasi,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.
Negara itu kini memperkirakan perekonomian mereka akan menyusut sebesar 1,3% untuk setahun penuh.
“Mengakhiri kekerasan dan memulihkan ketenangan sangatlah penting bagi pemulihan ekonomi. Pemerintah akan terus memantau situasi dan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung perusahaan dan perlindungan,” kata pemerintah.
-
EKBIS31/10/2026 17:00 WIBHashim Sebut Pajak Digital Mulai 9 November 2026
-
NASIONAL31/10/2026 16:00 WIBTB Hasanuddin: Jangan Asal Kerahkan TNI untuk Kawal Demonstrasi
-
Ekstra31/10/2026 20:00 WIBDaftar 15 Bank yang Ditutup OJK Sepanjang 2026 hingga September
-
NASIONAL31/10/2026 19:00 WIBBrimob Bersenjata Dobrak Ponpes Putri Jam 3 Pagi
-
DUNIA31/10/2026 18:00 WIBAS Dilaporkan Kirim 10 Pesawat Kargo Militer ke Israel
-
NASIONAL31/10/2026 22:00 WIBBMKG Bongkar Penyebab Hujan Lebat di Tengah El Nino dan IOD Positif
-
JABODETABEK31/10/2026 23:00 WIBAsyik Olahraga Malam, Wanita Tewas Dihantam Motor di Grand Wisata
-
DUNIA01/11/2026 00:00 WIB53 Kursi Tak Cukup! Netanyahu Terancam Gagal Bentuk Pemerintahan
















