Berita
Soal Natuna, Pemerintah Dinilai Lembek Dimata Tiongkok
AKTUALITAS.ID – Politisi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, heran dengan pernyataan pemerintah soal polemik kapal China masuk tanpa izin ke wilayah teritori laut Indonesia. Yakni Laut Natuna. “Saya kok heran ya dengan narasi Pemerintah terkait dengan Perairan Natuna. Ada pejabat yg menyatakan “bersahabat”. Ada yg tidak perlu “dibesar-besarkan”,’ cuit akun Twitter @acehasan76, dikutip Sabtu (4/1/2020). […]
AKTUALITAS.ID – Politisi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, heran dengan pernyataan pemerintah soal polemik kapal China masuk tanpa izin ke wilayah teritori laut Indonesia. Yakni Laut Natuna.
“Saya kok heran ya dengan narasi Pemerintah terkait dengan Perairan Natuna. Ada pejabat yg menyatakan “bersahabat”. Ada yg tidak perlu “dibesar-besarkan”,’ cuit akun Twitter @acehasan76, dikutip Sabtu (4/1/2020).
Sementara itu, dari narasi yang disampaikan juga tak tegas bersikap, terkesan lembek dalam perihal invasi kapal-kapal asal China di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Prabowo bilang bahwa China.
“Narasi ini jelas menujukan diplomasi kita yg dinilai “lembek” di mata Tiongkok. #NKRIHargaMati,” tulis dia.
Seperti diketahui, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan China tetaplah negara sahabat. Hal ini disampaikan saat menanggapi polemik invasi kapal-kapal asal China di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Lalu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun mengimbau agar masalah laut Natuna tak dibesar-besarkan.
-
PAPUA TENGAH31/05/2026 17:00 WIBFreeport Lepas 11.000 Bibit Baramundi dan Kepiting di Pesisir Mimika
-
PAPUA TENGAH31/05/2026 21:32 WIBCuaca Laut Mimika Memburuk, BPBD Minta Nelayan Tunda Melaut
-
OTOTEK01/06/2026 08:30 WIBPassword Warga Indonesia Disebut Rawan Diretas dalam Hitungan Detik
-
NASIONAL01/06/2026 13:00 WIBJet PT Jhonlin Bawa Mama Sinta ke Jakarta?
-
JABODETABEK31/05/2026 19:00 WIBGudang Limbah Dilalap si Jago Merah, 12 Armada Dikerahkan
-
NASIONAL01/06/2026 09:00 WIBSoekarno Guncang PBB dengan Pancasila
-
RAGAM01/06/2026 06:00 WIBRahmat Bagja: PAW Rentan Disusupi Kepentingan Politik
-
NUSANTARA31/05/2026 17:30 WIBPuncak Padat, Pengendara Diarahkan ke Jalur Alternatif Jonggol-Sukabumi

















