FOTO: Kisah Polisi Cilik Pengatur Perlintasan Kereta Api


Muamar Zaidan saat mengatur perlintasan kereta api di kawasan Stasiun Pondok Jati, Pal Meriam, Jakarta Timur. AKTUALITAS.ID/Kiki Budi Hartawan.

Setiap hari Amar selalu mengatur perlintasan kereta api.

Image 1 of 11

AKTUALITAS.ID – Minimnya kesadaran para pengendara mentaati peraturan dalam melintasi perlintasan kereta api, kerap membuat terjadi kecelakaan. Meskipun perlintasan tersebut sudah berpalang masih ada saja pengendara yang nekat menerobos.

Demi menjaga keselamatan para pengendara dan menggapai cita citanya, Muamar Zaidan rela melewatkan kesempatan untuk bermain diusianya yang masih belia.

Bermodalkan pluit dimulutnya lengkap dengan seragam polisi, bocah yang biasa di sapa Amar itu memandu pengendara untuk menyeberangi perlintasan kereta api di kawasan Stasiun Pondok Jati, Pal Meriam, Jakarta Timur.

Saat sirene berbunyi dan pintu perlintasan turun, Amar memperhatikan dan menahan pengendara untuk tidak nekat menerobos perlintasan agar si ular besi berjalan dengan aman.

” Ada aja yang nerobos padahal udah bunyi sirinenya. Jadi saya jagain disini,” ujar Amar.

Meskipun begitu, Amar tak melupakan kewajibannya untuk sekolah agar cita citanya tercapai untuk menjadi seorang polisi. Amar menjaga perlintasan sepulang sekolah, yakni pukul 13:00 -17:00 Wib saat ramai kendaraan.

” Habis pulang sekolah baru ngatur di pintu kereta,” ungkapnya.

Tak jarang penggendara motor atau mobil yang melintas memberikan uang receh kepadanya. Dari kerja sukarelanya itu, terkadang ia memperoleh Rp.15 ribu. 

” Hasil dari ngatur buat jajan dan ditabung untuk masuk polisi kalau ga jadi masinis,” paparnya.

Sedangkan Asep, Ayah Amar mengaku tak mempermasalahkan anaknya untuk mengatur perlintasan kereta api yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Meski demikian sebagai orang tua, dirinya tetap ada rasa khawatir dengan keinginan anaknya yang selalu ingin mengatur perlintasan keret api.

“Cita-citanya Amar itu ingin jadi polisi atau masisis jadi dia senang ngatur perlintasan kereta. Kadang saya juga suka khawatir karena Amar kan ngatur perlintasan di jalan ramai, takut kenapa kenapa aja sih. Tapi Alhamdullilah disanakan bannyak yang kenal jd tetap dijagain sama warga disana,” ujar Asep. [@kiki Budi Hartawan]