Berita
Update Corona di Jateng 28 April: 709 Positif, 107 Sembuh, 66 Meninggal
AKTUALITAS.ID – Jumlah kasus positif virus Corona (Covid-19) di Provinsi Jawa Tengah masih terlihat meningkat. Melansir data Dinas Kesehatan Provinsi setempat via situs corona.jatengprov.go.id per Selasa (28/4/2020) pukul 17.05 WIB, total jumlah kasus positif Covid-19 berjumlah 709 kasus. Dari jumlah 709 kasus, sebanyak 536 di antaranya sedang menjalani perawatan. Tercatat, jumlah pasien yang terbanyak dirawat […]
AKTUALITAS.ID – Jumlah kasus positif virus Corona (Covid-19) di Provinsi Jawa Tengah masih terlihat meningkat. Melansir data Dinas Kesehatan Provinsi setempat via situs corona.jatengprov.go.id per Selasa (28/4/2020) pukul 17.05 WIB, total jumlah kasus positif Covid-19 berjumlah 709 kasus.
Dari jumlah 709 kasus, sebanyak 536 di antaranya sedang menjalani perawatan. Tercatat, jumlah pasien yang terbanyak dirawat di Rumah sakit Umum Pusat (RSUP) Kariadi Semarang dengan 89 pasien. Kemudian, terbanyak ketiga yakni RSUD Tjitrowardoyo Purworejo dengan jumlah 27 pasien.
Jumlah pasien sembuh dengan total 107 orang, sebanyak 22 di antaranya merupakan pasien yang sempat dirawat di RSUP Kariadi. Sebelumnya data per Senin 27 April 2020, pasien sembuh dengan jumlah 88, artinya per hari ini ada peningkatan berjumlah 19 kasus.
Kemudian, jumlah pasien yang meninggal dunia 66 orang, dengan kematian tertinggi juga berada di RSUP Kariadi sebanyak 15 kasus. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat berjumlah 28.823. Selanjutnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.299 orang.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta daerah di wilayahnya yang telah menjadi zona merah penyebaran virus Corona (Covid-19) segera mengambil tindakan. Menurut Ganjar, saat ini ada tiga wilayah yang termasuk zona merah, yakni Kota Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Wonosobo.
“Kota Semarang sudah menetapkan pengetatan wilayah non-PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Daerah zona merah lainnya seperti Solo dan Wonosobo bisa melakukan itu atau menggunakan model PSBB juga bisa,” ujar Ganjar di Semarang 28 April 2020.
Menurut Ganjar, setiap daerah banyak pilihan yang dapat digunakan di masing-masing wilayahnya untuk mendisiplinkan warganya menahan laju penularan virus Corona. “Beberapa waktu lalu, Pemkab Wonosobo sudah berkoordinasi untuk menerapkan PSBB. Jika memang itu yang akan diambil, maka segera diajukan,” tuturnya.
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
NASIONAL11/09/2026 16:00 WIBSAR Perluas Area Pencarian hingga 3.243 Mil Laut Persegi
-
DUNIA11/09/2026 15:00 WIBDrone Rusia Serang Mal Saat Dipenuhi Warga
-
EKBIS11/09/2026 10:30 WIBDolar AS Tembus Rp17.600, Rupiah Kembali Tertekan
-
NASIONAL11/09/2026 11:00 WIBPFIJ Ajak Insan Pers Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
-
NUSANTARA11/09/2026 14:30 WIBKebakaran Kembali Hantam Bromo
-
NUSANTARA11/09/2026 15:30 WIBSantriwati Sleman Diduga Diperkosa Pengurus Ponpes

















