Berita
Demo Rusuh di AS, Rupiah Kembali Perkasa terhadap Dolar
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu, (3/6/2020). Rupiah bahkan mampu bergerak di kisaran Rp14.200 per dolar AS. Di pasar spot, pada perdagangan hari ini, rupiah di transaksikan di level Rp14.224 per dolar AS. Bahkan sempat menyentuh Rp14.175 per dolar AS. Nilai itu menguat 1,45 […]
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu, (3/6/2020). Rupiah bahkan mampu bergerak di kisaran Rp14.200 per dolar AS.
Di pasar spot, pada perdagangan hari ini, rupiah di transaksikan di level Rp14.224 per dolar AS. Bahkan sempat menyentuh Rp14.175 per dolar AS. Nilai itu menguat 1,45 persen dari penutupan perdagangan kemarin, Selasa, 2 Juni 2020 di level Rp14.433.
Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menilai, kondisi itu bisa dipahami. Alasannya karena investor atau pelaku pasar keuangan khawatir terhadap kondisi demonstrasi di AS yang terus meluas dan berujung ricuh karena memprotes kematian George Floyd.
“Terjadi huru hara di AS ini mengakibatkan indeks dolar melemah karena ada informasi inilah saat yang tepat untuk menjual dolar. Di sisi lain karena pengangguran di sana sudah di atas 36,75 juta per minggu kemarin, ini mengakibatkan gampang sekali tersulut,” kata dia, Rabu, (3/6/2020).
Di sisi lain, dia melanjutkan, beredar informasi juga terkait klaim ilmuan China yang menemukan obat penawar Corona (Covid-19). Vaksin n ini dan akan dikembangkan pada Desember 2020.
Hal itu diklaim menjadi angin segar para pelaku pasar setelah obat penawar virus dari AS tak kunjung terealisasi.
Sementara itu, dari sisi domestik, Ibrahim menilai pelaku pasar menyambut baik penerapan normal baru atau new normal di Indonesia bisa diterapkan pada pekan depan.
Kata dia, penerapan konsep berdampingan dengan Covid-19 tersebut bisa kembali menggerakan aktivitas sosial dan ekonomi.
“Informasi tentang new normal ini dianggap positif oleh pasar karena di Eropa, di AS sudah kembali dibuka walaupun setelah dibuka terjadi huru hara,” jelasnya.
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
JABODETABEK22/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka di 5 Lokasi Hari Ini
-
DUNIA22/09/2026 08:00 WIBDibombardir Ukraina, Partai Putin Menang Telak 57,83%
-
DUNIA21/09/2026 21:00 WIBSerangan Houthi ke Riyadh Bikin AS Siaga
-
NUSANTARA21/09/2026 21:30 WIBBanjir Bandang Terjang Solok Malam Ini

















