Berita
DKPP Minta KPU dan Bawasalu Komitmen Pilkada 2020 Berjalan Jujur
AKTUALITAS.ID – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Muhammad mengingatkan Komisi Pilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu agar berkomitmen tinggi untuk memastikan pilkada serentak 2020 berjalan jujur dan adil demi menghasilkan kepala daerah yang berintegritas. “Kita tidak mau bupati, gubernur atau caleg yang kita pilih nantinya kena OTT (operasi tangkap tangan) KPK hanya dalam satu bulan, […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Muhammad mengingatkan Komisi Pilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu agar berkomitmen tinggi untuk memastikan pilkada serentak 2020 berjalan jujur dan adil demi menghasilkan kepala daerah yang berintegritas.
“Kita tidak mau bupati, gubernur atau caleg yang kita pilih nantinya kena OTT (operasi tangkap tangan) KPK hanya dalam satu bulan, atau dalam satu tahun, menjadi tersangka Kejaksaan,” kata Muhammad, sebagaimana dikutip dari laman DKPP, Senin, (10/8/2020).
Pemimpin yang berintegritas dalam sebuah negara demokrasi, katanya, selalu dilahirkan melalui pemilihan baik yang berintegritas dan bermartabat. Maka penyelenggara maupun pengawas harus berpegang teguh pada aturan yang berlaku, karena mereka memiliki andil dalam terpilihnya seorang pemimpin.
“Pemimpin yang korup adalah cikal bakal rusaknya demokrasi kita. Yakinlah bahwa tugas anda sekarang ini sangat mulia,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis yang diadakan oleh Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah di Bangka Tengah, Bangka Belitung.
Dia mengungkapkan pengalamannya saat meninjau langsung proses pemilu legislatif pada 2014 dan menemukan salah satu modus operandi kecurangan demi meraih suara terbanyak. Dia menceritakan ada seorang caleg yang sedari awal sudah berniat curang dengan merekayasa hasil pemungutan suara.
Ringkasnya, kata Muhammad, si caleg tak peduli siapa pun yang meraih suara terbanyak di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) karena ada celah untuk mengubah atau merekayasa rekapitulasi suaranya di tingkat kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, hingga pusat.
“Bolehlah calon lain menang di TPS,” ujarnya menirukan rencana si caleg yang tak disebutkan identitasnya, “tapi nanti kita lihat siapa nanti yang dilantik.”
Pernyataan itu sangat mengganggunya sehingga dia langsung menginstruksikan kepada Bawaslu Provinsi untuk mengawasi segala gerak-gerik caleg itu. Menurutnya, tugas KPU, Bawaslu dan DKPP adalah memastikan semua pihak yang mendapatkan suara terbanyak di TPS sebagai pihak yang dilantik.
“Enggak boleh si A menang di TPS, tapi si B menang di kecamatan, lalu berubah si C yang menang, terakhir si D yang syukuran (merayakan kemenangan/dilantik). Kalau cara seperti itu dibiarkan, lalu bagaimana masyarakat yang sudah memercayakan kepada anda sebagai pengawas?” ujarnya.
-
Berita21/07/2026 20:50 WIBPekerja Pertamina Balongan Gelar Aksi Melawan ‘Sunat’ Upah akibat Pergantian Vendor
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
NASIONAL22/07/2026 07:00 WIBBaru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Pilih Mundur
-
NASIONAL21/07/2026 20:30 WIBKPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Korupsi Pemkab Lombok Barat
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan
-
EKBIS21/07/2026 20:00 WIBFerry Latuhihin Kritik Anggaran MBG dan KDMP
-
DUNIA21/07/2026 18:00 WIBIran Klaim Hancurkan Target Militer AS di Kuwait

















