Berita
Mendagri Sebut Pengusaha Kesulitan Buka Usaha di Indonesia
AKTUALITAS.ID – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut kemudahan investasi atau berusaha di Indonesia, dinilai masih relatif lebih sulit dibandingkan negara lain. Sehingga menjadi sulit juga untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Hal itu diutarakan Tito dalam Sosialisasi/Konsultasi Publik Atas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah yang diadakan di Kantor Kemendagri, Jakarta, […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut kemudahan investasi atau berusaha di Indonesia, dinilai masih relatif lebih sulit dibandingkan negara lain. Sehingga menjadi sulit juga untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
Hal itu diutarakan Tito dalam Sosialisasi/Konsultasi Publik Atas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah yang diadakan di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis, (12/11/2020).
“Kita melihat bahwa kenyataannya memang para pengusaha agak kesulitan untuk berusaha di daerah, regulasinya panjang bertumpuk, oleh karena itu dengan adanya Omnibus Law ini disusun lagi Rancangan Peraturan Pemerintah dengan memotong semua birokrasi yang bertele-tele dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Kemendagri juga bertugas menyusun Peraturan Pemerintah terkait Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah. Tito berharap, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) ini menjadi platform atau fondasi bagi gubernur, pimpinan asosiasi, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota ke depannya.
Tito menjelaskan, demografi yang besar adalah modal penting untuk pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, salah satu syarat majunya ekonomi untuk menjadi negara besar itu adalah angkatan kerja.
“Kalau angkatan kerjanya kecil ya mohon maaf mereka tidak akan pernah memiliki kemampuan produksi yang masif. Ekonomi identik dengan kemampuan produksi, angkatan kerja sebagai mesin produksi, sumber daya alam melimpah sebagai bahan untuk produksi, luas wilayah yang besar untuk menampung mesin produksi. Indonesia memiliki sumber daya itu,” ujarnya.
Tito kembali menegaskan apa yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu berkaitan dengan 3 hal utama. Pertama, membangun sumber daya manusia yang produktif, unggul, terdidik dan sehat. Kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur. Kemudian ketiga, pencabutan atau pengurangan regulasi negara atau deregulasi.
-
RAGAM05/09/2026 14:00 WIBMas Marco: Wartawan yang Tak Takut Penjara
-
RIAU05/09/2026 18:43 WIBKapolda dan Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Perhatian
-
DUNIA05/09/2026 15:00 WIBNetanyahu Pede Rezim Mojtaba Khamenei Segera Tumbang
-
NASIONAL06/09/2026 06:44 WIBErupsi Anak Krakatau Bikin Bandara Soetta Tutup
-
DUNIA05/09/2026 18:00 WIBRaja Malaysia Deklarasi Sarawak Darurat Asap Karhutla
-
NASIONAL05/09/2026 16:00 WIBKarhutla Meluas, BGN Lempar Nasib MBG ke Pemda
-
JABODETABEK06/09/2026 05:30 WIBJakarta Disengat Cuaca Cerah Nyaris 35 Derajat Hari Ini
-
NASIONAL05/09/2026 17:00 WIBPNS Dorong MK Hapus Akun Medsos Anonim

















