Berita
Sri Mulyani: Sebagain Masyarakat Anggap Pajak Identik Penjajahan
AKTUALITAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tingkat kesadaran membayar pajak dari Wajib Pajak (WP) Indonesia masih minim karena sebagian orang masih menganggap pajak identik dengan penjajahan. Hal ini, kata Ani, sapaan akrabnya, membuat masyarakat menganggap pajak bukan sebuah kewajiban. Pajak justru dianggap sebagai beban yang dibayarkan kepada negara. “Masih ada sebagian masyarakat kita […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tingkat kesadaran membayar pajak dari Wajib Pajak (WP) Indonesia masih minim karena sebagian orang masih menganggap pajak identik dengan penjajahan.
Hal ini, kata Ani, sapaan akrabnya, membuat masyarakat menganggap pajak bukan sebuah kewajiban. Pajak justru dianggap sebagai beban yang dibayarkan kepada negara.
“Masih ada sebagian masyarakat kita yang menganggap pajak itu identik dengan penjajahan. Ini salah satu dari banyak tantangan (mengumpulkan pajak),” ungkap Ani saat memberi sambutan di acara Konferensi Nasional Perpajakan 2020 pada Kamis (3/12/2020).
Selain itu, masyarakat juga menganggap bahwa negara tidak memberi kontribusi dan kehadiran dari pajak yang dibayarkan. Hal ini membuat kesadaran WP untuk membayar pajak menciut.
Dampaknya, rasio pembayaran pajak (tax ratio) Indonesia sangat minim. Bahkan, Indonesia tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Tax ratio Indonesia berada di kisaran 10,7 persen pada 2019. Sementara tahun ini diperkirakan hanya berada di kisaran 8 persen akibat kebijakan insentif dan relaksasi perpajakan di tengah tekanan pandemi virus corona atau covid-19.
“Harus diakui bahwa tax ratio kita masih termasuk yang rendah dan itu bukan sesuatu yang membanggakan karena menggambarkan kita belum optimal mengumpulkan pajak dan penerimaan,” katanya.
Lebih lanjut, tax ratio yang minim membuat sumber pendanaan pemerintah terbatas. Padahal, Indonesia perlu banyak pembangunan infrastruktur untuk bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.
Dari sini, bendahara negara mengingatkan agar otoritas pajak bisa mengedukasi masyarakat agar kesadaran meningkat dan mau membayar pajak kepada negara.
-
RIAU21/06/2026 16:00 WIBDPO Kasus Curat Dibekuk Polisi di Dumai
-
NASIONAL21/06/2026 06:00 WIBWaka MPR Desak PLN Evaluasi Total
-
JABODETABEK21/06/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Timur Hari Minggu
-
NASIONAL21/06/2026 17:00 WIBPelaku Penyiksaan Perempuan di Bandung Masih Buron, Komisi III DPR Minta Polisi Bertindak Cepat
-
JABODETABEK21/06/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Ringan
-
NASIONAL21/06/2026 14:00 WIBBung Karno Ingin Dimakamkan di Priangan, Mengapa Berakhir di Blitar?
-
DUNIA21/06/2026 05:00 WIBAl Quran Tegas Jangan Zalim pada Anak Yatim
-
POLITIK21/06/2026 07:00 WIBGolkar Yakin Jokowi Pertegas Kepemimpinan Prabowo

















