Berita
China Kecam Parlemen Belanda Usai Mosi Genosida Uighur
China mengecam mosi parlemen Belanda yang menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Xi Jinping melakukan genosida terhadap etnis minoritas Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menuduh para anggota parlemen Belanda menggunakan Xinjiang sebagai alasan untuk dengan sengaja mencoreng citra China dan mencampuri urusan dalam negeri. “Fakta menunjukkan bahwa tidak […]
China mengecam mosi parlemen Belanda yang menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Xi Jinping melakukan genosida terhadap etnis minoritas Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menuduh para anggota parlemen Belanda menggunakan Xinjiang sebagai alasan untuk dengan sengaja mencoreng citra China dan mencampuri urusan dalam negeri.
“Fakta menunjukkan bahwa tidak pernah ada ‘genosida’ di Xinjiang,” kata Wang kepada wartawan di Beijing pada Jumat (26/2).
Wang berharap Belanda segera mencabut pernyataan itu dan menghentikan kesalahannya dan mengambil tindakan nyata untuk menjaga keutuhan hubungan bilateral.
Wang juga mempersilakan perwakilan Uni Eropa untuk berkunjung ke Xinjiang.
Pernyataan itu diutarakan China setelah parlemen Belanda mengesahkan mosi berisikan pernyataan membenarkan terjadi genosida terhadap etnis minoritas Uighur di China.
Tudingan Belanda itu muncul setelah sekian lama China diduga menahan dengan sewenang-wenang setidaknya satu juta warga etnis Uighur di Xinjiang di kamp layaknya kamp konsentrasi.
Belanda merupakan negara Eropa pertama yang menuduh China melakukan genosida terhadap Uighur. Sebelum Belanda, parlemen Kanada dan Amerika Serikat telah lebih dulu membuat pernyataan serupa.
Setelah sempat menyangkal keberadaan kamp Uighur di Xinjiang, China beralasan tempat penahanan itu merupakan pusat pelatihan pendidikan keterampilan untuk memberdayakan etnis minoritas tersebut.
Salah satu tujuan Beijing membangun “kamp pelatihan” itu adalah untuk mencegah etnis Uighur dan Muslim lainnya terjerumus ekstremisme.
Pekan lalu, China menyatakan kebijakan terhadap etnis Uighur di Xinjiang dan wilayah Tibet merupakan contoh cemerlang kemajuan hak asasi manusia.
-
NASIONAL20/04/2026 21:00 WIBPanglima TNI Sinergikan TNI dan Pemda untuk Percepatan Pembangunan di Daerah
-
RAGAM21/04/2026 14:00 WIBKisah Pilu Anak Tunggal Kartini
-
NUSANTARA20/04/2026 23:00 WIBDua Anggota KKB Kodap XXXV Bintang Timur di Oksibil Berhasil Ditangkap
-
NUSANTARA21/04/2026 06:30 WIBSatgas Cartenz Tangkap 2 Anggota KKB di Oksibil Tanpa Perlawanan
-
JABODETABEK21/04/2026 07:30 WIBPraktis! Perpanjang SIM A dan C di 5 Lokasi Ini
-
NASIONAL21/04/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Langkah Prabowo Soal MBG Sudah Tepat
-
RAGAM20/04/2026 21:30 WIBDalam Drakor “Sold Out on You”, Ahn Hyo Seop-Chae Won Bin Kerja Bareng
-
JABODETABEK20/04/2026 20:00 WIBDua Karyawan Mengalami Luka Ringan Saat Kebakaran di Gedung D Kemendagri

















