Berita
Pada Tahun 2025, Rusia Akan Luncurkan Stasiun Ruang Angkasa Sendiri
Badan antariksa Rusia, Roscosmos menyampaikan pada Selasa (20/4), pihaknya berharap bisa meluncurkan stasiun orbit sendiri pada 2025 karena Moskow sedang mempertimbangkan menarik diri dari program Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) untuk berdiri sendiri. Kepala Roscosmos, Dmitry Rogozin menyampaikan proyek telah dimulai terkait modul stasiun baru, setelah para pejabat memperingatkan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan keluar dari […]
Badan antariksa Rusia, Roscosmos menyampaikan pada Selasa (20/4), pihaknya berharap bisa meluncurkan stasiun orbit sendiri pada 2025 karena Moskow sedang mempertimbangkan menarik diri dari program Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) untuk berdiri sendiri.
Kepala Roscosmos, Dmitry Rogozin menyampaikan proyek telah dimulai terkait modul stasiun baru, setelah para pejabat memperingatkan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan keluar dari ISS, salah satu dari beberapa contoh kerjasama yang berhasil dengan negara Barat.
“Modul inti pertama stasiun orbit Rusia sedang dalam pengerjaan,” jelas Rogozin dalam sebuah pernyataan melalui aplikasi pesan Telegram, dilansir Channel News Asia, Rabu (21/4).
Dia mengatakan perusahaan antariksa Rusia, Energia, bertujuan untuk memiliki modul yang siap diluncurkan pada 2025 itu dan merilis sebuah video para staf Energia sedang bekerja.
Diluncurkan pada 1998 dan melibatkan Rusia, AS, Kanada, Jepang, dan Badan Antariksa Eropa, ISS adalah salah satu kolaborasi internasional paling ambisius dalam sejarah umat manusia.
Baru-baru ini, Wakil Perdana Menteri Rusia, Yury Borisov mengatakan Moskow sedang mempertimbangkan untuk keluar dari program ISS dari 2025 karena usia stasiun tersebut.
Pada Senin, Roscosmos mengatakan keputusan keluar dari ISS belum ditetapkan.
“Ketika membuat sebuah keputusan kami akan mulai bernegosiasi dengan rekan-rekan kami terkait bentuk dan kondisi kerjasama setelah 2024,” jelasnya kepada AFP dalam sebuah pernyataan.
Rusia kehilangan monopoli untuk penerbangan berawak ke ISS tahun lalu setelah misi sukses pertama perusahaan AS Space X.
Terlepas dari sejarahnya yang banyak dipuji, program luar angkasa Rusia mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir.
Rogozin telah mengumumkan serangkaian rencana ambisius dalam beberapa tahun terakhir tetapi lembaganya terkendala pemotongan anggaran, di mana para pengamat mengatakan Putin lebih tertarik pada teknologi militer daripada eksplorasi ruang angkasa.
-
NASIONAL10/07/2026 18:47 WIBMahfud MD soal “Setan Ketemu Setan” dan Saling Bongkar Korupsi Viral Lagi
-
NASIONAL10/07/2026 16:34 WIBKortas Tipikor Geledah Sejumlah Lokasi Kasus Batu Bara, Video Lama Idrus Marham soal “Bongkar-bongkaran Hukum” Kembali Viral
-
NASIONAL10/07/2026 18:29 WIBIstana Buka Suara soal Penggeledahan Polri, Publik Diminta Hormati Proses Hukum
-
JABODETABEK10/07/2026 17:00 WIBPemprov DKI Percepat Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung di Cawang
-
NASIONAL10/07/2026 16:00 WIBFebrie: Kejaksaan Ajak Publik Hormati Proses Hukum Polri dan Kedepankan Fakta
-
NUSANTARA10/07/2026 22:53 WIBGubernur Herman Deru: Kapolda Cup II Jadi Momentum Bangkitkan Pencak Silat Sumsel
-
JABODETABEK10/07/2026 22:00 WIBPemprov DKI Operasikan Lima Mobil Klinik Hewan Keliling di Jakarta
-
DUNIA10/07/2026 19:30 WIBGaza Masuki Babak Baru Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

















