Berita
Ganjar: Rakyat Lagi Susah, Tak Pantas Mimikirkan Capres
AKTULITAS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab soal kans menjadi calon presiden di Pilpres 2024. Ganjar mengaku tidak ingin memikirkan soal pencapresan saat sedang disibukan dengan pandemi Covid-19.Ia bilang, saat ini sedang fokus mengurus berbagai macam kesulitan masyarakat, khususnya terkait pandemi. “Saya ngurus vaksin dulu, saya ngurus orang yang hari ini kesulitan, saya harus […]
AKTULITAS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab soal kans menjadi calon presiden di Pilpres 2024. Ganjar mengaku tidak ingin memikirkan soal pencapresan saat sedang disibukan dengan pandemi Covid-19.
Ia bilang, saat ini sedang fokus mengurus berbagai macam kesulitan masyarakat, khususnya terkait pandemi.
“Saya ngurus vaksin dulu, saya ngurus orang yang hari ini kesulitan, saya harus menerima aduan masyarakat UMKMnya tidak jalan, kredit macet, bst (bantuan sosial tunai) enggak sampe, itu aja dong,” ujar Ganjar menjawab pertanyaan netizen dalam tayang YouTube, Selasa (17/8/2021).
Oleh sebab itu, ia menilai tidak pantas sudah memikirkan mengenai Pilpres. Di saat masyarakat tengah kesusahan.
“Enggak pantas mikirin yang lain rakyat lagi susah,” katanya.
Dalam berbagai survei elektabilitas calon presiden 2024, nama Ganjar kerap muncul. Bahkan di posisi papan atas. Misalnya, dalam Survei teranyar Charta Politika Indonesia menempatkan Ganjar di urutan pertama dengan elektabilitas 16,2 persen. Bersaing dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto 14,8 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,6 persen.
Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan mengeluarkan instruksi supaya kader tidak memberikan tanggapan terkait calon presiden dan calon wakil presiden. Instruksi itu tercantum dalam surat perihal penegasan komunikasi politik. Surat itu ditujukan kepada DPP PDIP, anggota fraksi PDIP DPR RI, anggota fraksi PDIP DPRD Provinsi dan kabupaten/kota, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP seluruh Indonesia.
Surat tersebut dikeluarkan tanggal 11 Agustus 2021 dengan tanda tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Dalam surat tersebut kader PDIP diminta berdisiplin tidak memberikan tanggapan terkait capres-cawapres. Kader yang melanggar akan diberikan sanksi disiplin.
Sebabnya, ditegaskan AD/ART partai bahwa Ketua Umum PDIP yang bertugas, bertanggungjawab dan berwenang serta mempunyai hak prerogatif untuk memutuskan calon presiden dan calon wakil presiden.
“Terhadap hal tersebut di atas agar semua kader berdisiplin untuk tidak memberikan tanggapan terkait calon presiden dan calon wakil presiden, pelanggaran atas ketentuan ini akan diberikan sanksi disiplin Partai,” bunyi instruksi dalam surat tersebut dilihat Kamis (12/8).
“Skala prioritas Partai saat ini adalah membantu rakyat di dalam menangani seluruh dampak akibat Pandemi Covid-19. Peningkatan jumlah pasien Covid-19 sangat serius dan sudah menjadi tugas kita bersama agar seluruh anggota dan kader Partai untuk bahu membahu, bergotong royong membantu rakyat,”.
-
OASE19/02/2026 05:00 WIBAsal-usul Salat Tarawih dan Alasan Rasulullah Tak Selalu Berjamaah
-
FOTO19/02/2026 13:54 WIBFOTO: KKP Pastikan Stok dan Harga Ikan Aman Selama Bulan Ramadan 2026
-
DUNIA19/02/2026 12:00 WIBHamas Ultimatum Israel: Jangan Gunakan BoP Trump untuk Lanjutkan Agresi di Gaza
-
OTOTEK19/02/2026 17:30 WIBPenghargaan Edmunds Top Rated Car 2026 Diraih Honda Civic Hybrid
-
NASIONAL19/02/2026 11:00 WIBSoal Jet Pribadi OSO, KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi
-
NUSANTARA19/02/2026 16:30 WIBPasar Ramadhan Palangkaraya Dimaraikan 488 Lapak Pedagang
-
JABODETABEK19/02/2026 06:30 WIBSatpol PP DKI Jakarta Akan Tertibkan Pedagang Takjil di Trotoar Selama Ramada
-
NASIONAL19/02/2026 13:00 WIBMenteri Sekretaris Negara: Kritik Mahasiswa Harus dengan Etika

















