Berita
Menko PMK Pastikan Stunting di Indonesia Dibawah 14 Persen Pada 2024
AKTUALITAS.ID — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta seluruh pemangku kepentingan dapat saling bahu membahu mengentaskan stunting di Indonesia.
Karena menurutnya penurunan angka stunting ini tidak hanya di kerjakan oleh BKKBN saja tetapi dilaksanakan secara bersama-sama sehingga hasil yang didapat lebih optimal.
“Semuanya harus guyub, rukun, gotong-royong untuk memastikan bahwa stunting tahun 2024 Indonesia sudah di bawah 14 persen,” jelasnya saat memberikan sambutan pada acara Gebyar Bina Keluarga Balita Untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Auditorium BKKBN Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Hakikat pembangunan nasional yakni pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan menyeluruh. Konsep pembangunan manusia dilaksanakan mengikuti siklus hidup manusia, dari masa anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang kuat, sehat, produktif, dan berkarakter, maka upaya pembangunan manusia harus diawali dari pengasuhan keluarga yang benar dan optimal, yang dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Permasalahan yang dihadapi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan salah satunya adalah stunting. Stunting tidak hanya soal kekurangan gizi saja, namun masalah kebersihan dan sanitasi juga penting untuk mengentaskan stunting.
“Tugas dari ibu dan bapak sekalian harus betul-betul bisa menjadi kader keluarga berencana yang memahami secara detail ketika dia harus melayani masyarakat, menjadi Ibu dan bapak pembelajar,” ucap Muhadjir.
Menko Muhadjir menyebut pemerintah telah mempersiapkan calon ibu sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah, mengukur lingkar lengan serta memperhatikan kecukupan gizi remaja putri. Hal tersebut untuk mencegah para remaja putri dari anemia kronis.
“Justru untuk pembangunan sumber daya manusia ini sekarang kita fokus _huluisasi_ jadi kita sisir mulai dari remaja putri kita pastikan sehat, kemudian sudah menikah dan hamil dipastikan janinnya sehat, dan nanti kalo sudah lahir, dua tahun diberikan ASI dan dipastikan kondisinya sehat,” tutupnya. (IYAN KUSUMA/RAFI)
-
JABODETABEK17/04/2026 16:30 WIBBanjir Rendam Jakarta Selatan dan Timur
-
POLITIK17/04/2026 16:02 WIBMegawati: Kader Tak Turun ke Rakyat Akan Dievaluasi
-
NASIONAL17/04/2026 18:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Pengaturan Lelang di Kemenhub
-
NUSANTARA17/04/2026 18:30 WIBTragis! Mayat Pria Ditemukan Penuh Luka Bacok di Kontrakan
-
EKBIS17/04/2026 11:30 WIBRupiah Melemah Jadi Rp17.157 Per Dolar AS
-
NASIONAL17/04/2026 20:00 WIBBuku Baru DKPP Bongkar Gagasan Besar Jimly soal Etika
-
NASIONAL17/04/2026 17:00 WIBIsu Aksi Bela JK Mencuat, Keluarga Ingatkan Bahaya Provokasi
-
DUNIA17/04/2026 19:00 WIB1 Juta Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Kerja Sama dengan Israel

















