Connect with us

EKBIS

IHSG Awal Pekan Amblas 108 Poin

Aktualitas.id -

Ilustrasi IHSG awal pekan amblas, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bursa Efek Indonesia memulai pekan dengan tekanan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjerembab sejak bel perdagangan dibuka pada Senin (8/6/2026), mencerminkan kepanikan investor yang masih membayangi pasar keuangan nasional.

IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke level 5.486,31. Tekanan jual yang masif membuat indeks terus bergerak di zona merah dan sempat menyentuh level terendah harian di kisaran 5.346.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa sentimen negatif masih mendominasi pasar. Investor memilih melepas saham di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari memanasnya konflik geopolitik hingga kekhawatiran terhadap ketahanan fiskal domestik.

Data perdagangan menunjukkan pemandangan yang mencolok. Lebih dari 500 saham mengalami penurunan harga hanya dalam beberapa saat setelah pasar dibuka. Sementara jumlah saham yang menguat tidak sampai menyentuh angka 100 emiten.

Tekanan juga menghantam kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 turun lebih dalam dibandingkan IHSG, yakni merosot 12,06 poin atau 2,16 persen ke posisi 545,69. Kondisi ini menandakan aksi jual tidak hanya terjadi pada saham lapis dua dan tiga, tetapi juga menyasar emiten-emiten besar yang selama ini menjadi penopang pasar.

Nilai transaksi pada awal perdagangan sudah menembus triliunan rupiah dengan miliaran lembar saham berpindah tangan. Aktivitas tersebut menunjukkan tingginya volatilitas dan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.

Seluruh indeks sektoral kompak berada di zona merah. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul setelah anjlok 4,72 persen. Di belakangnya, sektor infrastruktur merosot 4,67 persen dan sektor bahan baku terkoreksi 4,34 persen.

Sejumlah saham unggulan juga mengalami pelemahan tajam. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tertekan lebih dari 8 persen. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga masuk dalam daftar saham dengan koreksi terdalam pada perdagangan pagi.

Di tengah badai jual yang melanda hampir seluruh pasar, hanya segelintir saham yang mampu bertahan di zona hijau. Salah satunya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang mencatat kenaikan tipis ketika mayoritas saham lain terperosok.

Analis menilai tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia tidak lepas dari kombinasi faktor eksternal dan domestik. Eskalasi konflik geopolitik global, meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, serta perhatian investor terhadap kondisi fiskal nasional menjadi faktor yang terus membebani pergerakan pasar.

Dengan seluruh sektor berada di zona merah dan aksi jual yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, perdagangan awal pekan ini menjadi salah satu pembukaan paling berat bagi pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaku pasar kini menunggu sentimen baru yang mampu mengembalikan kepercayaan investor. Namun selama tekanan global dan kekhawatiran ekonomi masih tinggi, volatilitas diperkirakan akan terus membayangi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. (Firman/Mun)

TRENDING