DUNIA
Trump Targetkan Negara Bagian AS yang Tolak Kebijakan Anti-Imigran
AKTUALITAS.ID – Pemerintahan Presiden Donald Trump kini menyoroti negara-negara bagian di Amerika Serikat yang tidak mendukung kebijakan anti-imigran, dengan menyelidiki kebijakan lokal yang dianggap menghambat penegakan hukum imigrasi federal.
Salah satu perhatian utama adalah pembebasan imigran ilegal oleh Kantor Sheriff Tompkins County, New York, yang dinilai melanggar kebijakan imigrasi yang telah ditetapkan.
Kementerian Kehakiman AS mengumumkan bahwa mereka tengah menyelidiki kejadian di mana Jesus Romero-Hernandez, seorang imigran ilegal yang ditangkap atas tuduhan penyerangan, dibebaskan meski memiliki sejarah kekerasan.
Jaksa federal Emil Bove menyatakan bahwa meski ada surat perintah, sang terdakwa tetap dilepas ke masyarakat, yang memicu penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak berwenang di Ithaca, New York, menegaskan bahwa mereka mengikuti kebijakan kota yang tidak berpartisipasi dalam penegakan imigrasi federal.
Sebagai respons, Bove baru-baru ini mengeluarkan memo yang mengarahkan jaksa federal untuk menyelidiki dan menindak pejabat lokal atau negara bagian yang menghalangi penegakan kebijakan imigrasi federal.
Kementerian Kehakiman AS, di bawah pemerintahan Trump, juga memiliki satuan tugas yang mengawasi dan menilai dampak kebijakan “sanctuary cities,” dengan fokus pada potensi penghambatan penegakan hukum imigrasi dan dampaknya terhadap distribusi dana federal. ( Ari Wibowo)
-
POLITIK01/08/2026 06:00 WIBJPPR Desak KPU RI Lepas Rekrutmen KPUD
-
NASIONAL01/08/2026 07:00 WIBKPK Buka Babak Baru Kasus Korupsi DJKA Medan
-
OASE01/08/2026 05:00 WIBPesan Tegas Al-Qur’an untuk yang Sering Menyalahkan Keadaan
-
NASIONAL01/08/2026 10:00 WIBKPK: Pemanggilan Raja Juli Tergantung Bukti
-
JABODETABEK01/08/2026 06:30 WIB5 Titik SIM Keliling Jakarta Resmi Dibuka
-
EKBIS01/08/2026 07:30 WIBPertamax Resmi Turun Mulai Hari Ini
-
NUSANTARA01/08/2026 08:30 WIBBMKG Ungkap Daerah Paling Parah Dilanda Kekeringan
-
JABODETABEK01/08/2026 09:30 WIBPramono Perintahkan Pagar Tinggi Mal Dibongkar

















