DUNIA
Semua yang Bergerak di Gaza Jadi Target Kebiadaban Israel
AKTUALITAS.ID – Serangan mengila terus dilancarkan miuliter Israel dijalr Gaza. Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan tidak dapat menjangkau warga Palestina yang hilang di bawah puing-puing bangunan karena Israel terus bombardir Jalur Gaza pada Sabtu (17/5/2025).
Mahmoud Basal selaku juru bicara mengatakan puluhan orang tewas dalam serangan Israel terbaru dan banyak yang masih tertimbun reruntuhan, termasuk serangan terhadap lebih dari 10 rumah berpenghuni di Beit Lahiya dan Jabalia.
“Pendudukan (Israel) menargetkan semua orang yang bergerak di wilayah utara Jalur Gaza,” kata Mahmoud Basal seperti diberitakan Al Jazeera.
“Kami merasa sulit untuk menjangkau wilayah tersebut guna menyelamatkan warga,” pengakuannya.
Serangan itu dilakukan setelah militer Israel mengumumkan tahap awal operasi intensif yang bertujuan mengalahkan Hamas.
Langkah-langkah tersebut, kata militer Israel, merupakan bagian dari perluasan pertempuran di Jalur Gaza, dengan tujuan mencapai semua tujuan perang, termasuk pembebasan mereka yang diculik dan kekalahan Hamas.
Peningkatan operasi terjadi saat situasi kemanusiaan di wilayah yang terkepung itu terus memburuk.
Salah satu rumah sakit terakhir yang masih berfungsi memperingatkan tidak lagi mampu merawat pasien yang terluka parah karena kekurangan pasokan dan serangan di dekatnya yang merusak tempat itu.
Tak hanya itu, RS di Gaza juga mengaku kehabisan kain kafan akibat gempuran yang tak kunjung berakhir sehingga warga sulit untuk memberikan pemakaman yang layak bagi korban kekejian Israel.
Basal mengatakan kepada AFP bahwa 10 jenazah telah dibawa ke rumah sakit Gaza setelah serangan pada Sabtu (17/5/2025) pagi. Tiga orang tewas dan empat orang luka-luka dalam serangan pesawat tak berawak di sebelah timur kota selatan Khan Younis, sedangkan tiga orang lainnya tewas dan beberapa orang luka-luka dalam pemboman sebuah rumah di Jabalia.
Sebuah serangan terhadap sebuah apartemen di sebelah barat laut Khan Younis menewaskan tiga orang, sementara satu orang tewas dan lima orang luka-luka, “termasuk seorang gadis, seorang perempuan muda dan ibu hamil.”
Operasi itu diluncurkan saat Israel menghadapi tekanan untuk mencabut blokade bantuan besar-besaran yang diberlakukannya di Gaza pada awal Maret karena negosiasi gagal mengenai langkah selanjutnya dalam gencatan senjata yang gagal beberapa minggu kemudian.
Organisasi-organisasi bantuan telah memperingatkan bahwa blokade itu telah menciptakan kekurangan kritis mulai dari makanan dan air bersih hingga bahan bakar dan obat-obatan.(Purnomo/goeh)
-
RIAU27/05/2026 13:00 WIBWabup Bengkalis: Iduladha Momentum Pererat Persaudaraan dan Gotong Royong
-
NASIONAL27/05/2026 13:40 WIBIduladha 1447 H, Golkar Sembelih Puluhan Hewan Kurban
-
OASE27/05/2026 05:00 WIBTangisan Umar Saat Nabi Bacakan Ayat Penyempurna Agama
-
RAGAM27/05/2026 11:30 WIBMakan Dading Kambing Tak Selalu Bikin Hipertensi
-
Berita27/05/2026 12:00 WIBTrump: Uranium Iran Harus Diserahkan atau Dimusnahkan
-
OLAHRAGA27/05/2026 00:01 WIBFPTI Kirim 8 Atlet ke World Climbing Series Madrid 2026
-
OTOTEK27/05/2026 12:30 WIBHP Penuh? Ini Cara Kosongkan Memori Tanpa Hapus Aplikasi
-
EKBIS27/05/2026 10:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp13 Ribu

















