DUNIA
Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Negara Palestina, Lanjutkan Perluasan Pemukiman di Tepi Barat
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan penolakannya terhadap pembentukan negara Palestina. Dalam acara di pemukiman Maale Adumim, sebelah timur Yerusalem, Kamis (11/9/2025), ia secara resmi melanjutkan rencana perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki.
“Kami akan memenuhi janji kami bahwa tidak akan ada negara Palestina. Tempat ini milik kami,” ujar Netanyahu. Ia juga berjanji akan menggandakan populasi di kawasan yang dikenal sebagai East 1 (E1), dengan pembangunan 3.400 rumah baru bagi pemukim Israel.
Langkah ini dipandang sebagai upaya memutus keterhubungan wilayah Tepi Barat dengan Yerusalem Timur yang oleh rakyat Palestina diharapkan menjadi ibu kota negara mereka di masa depan.
Juru bicara kepresidenan Otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeineh, mengecam keras langkah Israel. Ia menyebut pemukiman itu ilegal menurut hukum internasional dan menuduh Netanyahu mendorong kawasan menuju jurang konflik. “Negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota adalah kunci perdamaian, solusi dua negara tidak bisa dihindari,” tegasnya.
Sejumlah negara juga bereaksi. Lebih dari 100 anggota PBB sebelumnya mendukung resolusi yang menuntut Israel mengakhiri pendudukan dan menghentikan pembangunan pemukiman. Mahkamah Internasional bahkan menyatakan kehadiran Israel di wilayah Palestina sebagai pelanggaran hukum. Namun, Netanyahu menyebut putusan itu sebagai “bohong” dan tetap melanjutkan kebijakan permukiman.
Rencana Israel ini menuai kecaman global, termasuk dari Inggris, Jepang, dan Australia. Jerman bahkan mendukung resolusi baru yang menyerukan solusi dua negara. Beberapa negara Eropa, seperti Belgia, Prancis, dan Malta, telah menyatakan akan mengakui Palestina dalam sidang Majelis Umum PBB bulan ini.
Sementara itu, ketegangan di lapangan kian memanas. Serangan dan bentrokan di Yerusalem serta Tepi Barat terus menelan korban, sementara di Gaza jumlah korban jiwa akibat agresi Israel sejak 2023 telah melampaui 64 ribu orang. (Mun)
-
NASIONAL16/04/2026 14:00 WIBEnam Hari Jadi Ketua, Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejaksaan
-
RIAU16/04/2026 20:15 WIBPasca Ricuh Panipahan, Kapolda Riau Minta Maaf dan Dorong Pemulihan Kepercayaan Publik
-
RAGAM16/04/2026 13:30 WIBDarurat! Tanah Jawa Turun Hingga 15 Cm per Tahun
-
EKBIS16/04/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Naik ke Level 7.663
-
JABODETABEK16/04/2026 12:30 WIBJakpus Darurat Begal? Polisi Kejar Komplotan Bersenjata Tajam
-
DUNIA16/04/2026 15:00 WIBIran Ringkus 4 Mata-mata Mossad di Tengah Gencatan Senjata
-
EKBIS16/04/2026 10:30 WIBRupiah Menguat Tipis ke Rp17.141 per Dolar AS
-
EKBIS16/04/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Turun Tipis Rp5.000

















