Connect with us

DUNIA

Klaim Kunjungan Rahasia Netanyahu Dibantah Keras UEA

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, (Ist)

AKTUALITAS.ID – Pernyataan keras mengguncang hubungan Israel-Uni Emirat Arab setelah cendekiawan senior Emirat Abdulkhaleq Abdulla menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “penjahat perang” dan “pembunuh anak-anak Gaza” yang tidak pantas menginjakkan kaki di tanah Emirat. Pernyataan pedas itu muncul usai klaim kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA dibantah langsung oleh pemerintah Abu Dhabi.

Ketegangan diplomatik kembali mencuat setelah kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim dirinya melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab pada Maret lalu, di tengah memanasnya konflik AS-Israel melawan Iran.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh Kementerian Luar Negeri UEA.

Cendekiawan Emirat sekaligus peneliti non-residen Arab Gulf States Institute di Washington DC, Abdulkhaleq Abdulla, bahkan melontarkan kecaman tajam terhadap Netanyahu.

“Tidak ada sambutan sama sekali bagi seorang penjahat perang dan pembunuh anak-anak Gaza di tanah suci Emirat,” tulis Abdulla melalui akun X miliknya, Kamis.

BACA JUGA  Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Negara Palestina, Lanjutkan Perluasan Pemukiman di Tepi Barat

Ia juga menuding Netanyahu sengaja menciptakan cerita kunjungan tersebut demi kepentingan politik domestik Israel.

“Kunjungan yang dibicarakan Netanyahu adalah rekayasa dari imajinasinya yang sakit. Dia dikenal sebagai pembohong ulung yang menyebarkan kebohongan demi tujuan elektoral oportunistik,” tegasnya.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan hubungan dengan Israel berlangsung secara terbuka melalui Kesepakatan Abraham 2020, bukan lewat jalur rahasia.

“Hubungan UEA dengan Israel bersifat publik dan resmi, bukan melalui pengaturan tidak transparan,” demikian isi pernyataan pemerintah Emirat.

Meski demikian, laporan media internasional menyebut sejumlah sumber Israel dan Arab mengonfirmasi adanya pertemuan antara Netanyahu dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al-Nahyan (MBZ) pada 26 Maret di kota Al-Ain, dekat perbatasan Oman.

BACA JUGA  Usai Klaim Atasi Krisis Covid, UEA Siap Kembali Hidup Normal

Editor intelijen Haaretz, Avi Scharf, mengungkap dua jet bisnis Israel yang biasa digunakan penerbangan VVIP terdeteksi mendarat di Al-Ain pada malam 26 Maret.

Pesawat tersebut dilaporkan terbang dari Tel Aviv dan kembali ke Israel hanya beberapa jam kemudian.

Data pelacakan penerbangan juga disebut menguatkan dugaan adanya misi penting Israel di UEA pada hari tersebut.

Hubungan UEA-Israel kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Israel mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome ke negara Teluk itu di tengah meningkatnya ancaman perang dengan Iran.

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, bahkan secara terbuka mengonfirmasi pengiriman tersebut.

“Israel baru saja mengirimkan baterai Iron Dome dan personel untuk membantu pengoperasiannya ke UEA,” kata Huckabee dalam acara di Tel Aviv.

BACA JUGA  Kecewa Kesepakatan Damai Dengan Israel, Palestina Tarik Dubes dari UEA

Ia menyebut langkah itu menjadi bukti eratnya hubungan UEA-Israel sejak penandatanganan Perjanjian Abraham pada 2020.

Tak hanya Iron Dome, laporan lain menyebut Israel juga mengirim sistem pertahanan laser Iron Beam untuk membantu menghadapi ancaman drone dan rudal Iran.

UEA menjadi negara Teluk pertama yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel lewat Kesepakatan Abraham yang dimediasi pemerintahan Donald Trump pada 2020.

Sejak itu, kedua negara diketahui menjalin kerja sama di sektor militer, intelijen, teknologi, hingga keamanan regional.

Namun perang Gaza dan meningkatnya konflik Iran-Israel membuat hubungan tersebut semakin sensitif di mata publik dunia Arab, terutama setelah korban sipil di Gaza terus bertambah dan kritik terhadap Netanyahu menguat secara global. (Mun)

TRENDING