Connect with us

DUNIA

Hamas Mengambil Tindakan Tegas terhadap Geng Bersenjata di Gaza

Aktualitas.id -

Arsip - Anggota kelompok perlawanan Palestina, Hamas. (Anadolu)

AKTUALITAS.ID – Klaim Israel tentang kehancuran Hamas terbantahkan oleh situasi terbaru di lapangan. Pasukan keamanan di bawah kendali Hamas kini kembali menguasai Jalur Gaza dan melumpuhkan geng bersenjata yang disebut-sebut berafiliasi dengan Israel.

Setelah gencatan senjata diberlakukan Jumat lalu, aparat keamanan Hamas kembali bertugas di Kota Gaza. Mereka melakukan patroli, membagikan permen kepada warga, dan menjaga keamanan di sejumlah wilayah yang ditinggalkan pasukan Israel.

Sumber keamanan kepada Al Jazeera mengonfirmasi pasukan Hamas telah sepenuhnya mengendalikan milisi pro-Israel di Kota Gaza, serta menangkap sekitar 60 anggota geng untuk diselidiki lebih lanjut. Sejumlah anggota yang menolak menyerah tewas dalam baku tembak di kawasan Al-Sabra.

BACA JUGA  Netanyahu Tegaskan Serangan ke Gaza Berlanjut Meski Hamas Bebaskan Sandera

Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan telah meluncurkan operasi penyisiran besar-besaran untuk memulihkan ketertiban setelah perang. Pemerintah Gaza juga membuka program amnesti bagi anggota geng yang menyerahkan diri sebelum 19 Oktober 2025, selama mereka tidak terlibat pembunuhan atau kejahatan terhadap warga sipil.

Pihak kementerian menegaskan, mereka yang menolak menyerah akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Langkah ini diambil untuk “menjaga keamanan publik dan memperkuat persatuan internal.”

Sebelumnya, laporan media Israel seperti Haaretz dan Yedioth Ahronoth mengungkap bahwa tentara Israel merekrut dan mempersenjatai milisi lokal di Gaza untuk menjalankan operasi militer dan mengendalikan jalur bantuan. Kini, milisi-milisi itu menjadi target utama Hamas setelah gencatan senjata diberlakukan.

BACA JUGA  Perang Gaza Tak Kunjung Usai, Militer Israel Dituding Frustrasi oleh Motif Politik Netanyahu

Dengan kembalinya kendali Hamas atas Kota Gaza, situasi keamanan di wilayah tersebut mulai berangsur stabil, meski ketegangan antarfraksi bersenjata masih terus berlangsung. (Mun)

TRENDING