DUNIA
Manufaktur Thailand Melesat, Cetak Rekor Tertinggi dalam 29 Bulan
AKTUALITAS.ID – Sektor manufaktur Thailand tengah menggeliat. Survei terbaru S&P Global mencatat pertumbuhan industri negeri Gajah Putih itu pada Oktober 2025 mencapai level tertinggi dalam 29 bulan terakhir.
Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur Thailand tercatat 56,6, naik dari 54,6 di September. Angka di atas 50 menandakan sektor sedang ekspansi, sementara di bawahnya berarti kontraksi.
Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya arus masuk bisnis baru (new business inflow) meski permintaan ekspor masih lemah. S&P Global menyebut pesanan baru melonjak dengan kecepatan tertinggi dalam dua setengah tahun terakhir, berkat suksesnya pengembangan bisnis dan meningkatnya minat pelanggan lokal.
Pertumbuhan produksi pun terus ngebut selama tujuh bulan berturut-turut. Banyak pabrikan menambah tenaga kerja untuk mengejar peningkatan beban produksi.
Associate Director bidang ekonomi di S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan, menyebut lonjakan output manufaktur Thailand didorong oleh kuatnya permintaan domestik.
“Kendati pesanan ekspor baru masih turun, tapi laju penurunannya mulai melambat,” ujarnya.
Pan menambahkan, kombinasi dari naiknya pesanan baru, ekspansi rekor pada backlog, serta meningkatnya optimisme terhadap prospek setahun ke depan, menunjukkan sektor manufaktur Thailand masih akan melaju kencang dalam beberapa bulan mendatang. (DIN)
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBAKSI Satu Juta Tanda Tangan untuk Ancol Gratis Menggema di CFD
-
DUNIA02/11/2026 08:00 WIBTrump Terpojok! Demokrat Diramal Sapu Bersih Pemilu Sela AS
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBKhusus Senin! Perpanjang SIM Lebih Praktis di Lokasi Ini
-
NASIONAL02/11/2026 10:00 WIBKomnas HAM Minta Propam Usut Penggerebekan Ponpes Sukoharjo
-
POLITIK02/11/2026 11:00 WIBPSI Belum Ambil Langkah soal Suket Gibran yang Dibatalkan MA
-
POLITIK02/11/2026 09:00 WIBJansen: Pilihannya Gibran Mundur atau Dimundurkan
-
NASIONAL02/11/2026 07:00 WIBWamen HAM Mugiyanto Tegaskan HAM Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
-
EKBIS02/11/2026 09:30 WIBIHSG Ambruk 1,46%
















