DUNIA
Australia Lagi – Kirim Paket Bantuan Militer Baru senilai A$ 95 Juta ke Ukraina
AKTUALITAS.ID – Australia pada Kamis ini mengumumkan paket bantuan militer segar untuk Ukraina senilai A$ 95 juta (sekitar US$ 62,6 juta), sebagai bagian dari dukungan lanjutan terhadap Kyiv dalam menghadapi invasi Rusia.
Paket ini terdiri dari tiga komponen utama:
- – A$ 50 juta dialokasikan ke program Prioritised Ukraine Requirements List (PURL) — sebuah inisiatif di bawah aliansi militer NATO untuk menyediakan peralatan militer kritis ke Ukraina.
- – A$ 43 juta berupa perlengkapan dan material dari militer Australia sendiri — termasuk radar pertahanan udara taktis, amunisi, dan peralatan rekayasa tempur.
- – Tambahan A$ 2 juta ditujukan ke Drone Capability Coalition, untuk mendukung pengiriman teknologi drone canggih.
Dengan demikian, total bantuan militer Australia ke Ukraina kini menembus lebih dari A$ 1,7 miliar sejak perang di Ukraina dimulai.
Menurut Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, paket bantuan ini bukan sekadar angka — melainkan wujud nyata solidaritas Australia terhadap Ukraina. Komitmen ke PURL juga menandakan bahwa Australia (bersama Selandia Baru) menjadi negara non-NATO pertama yang berkontribusi dalam upaya kolektif militer Eropa.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Penny Wong menyatakan bahwa sanksi tambahan terhadap kapal-kapal Rusia — bagian dari apa yang disebut “shadow fleet” — merupakan bagian dari strategi untuk memutus aliran dana yang membiayai perang Rusia.
Paket bantuan terbaru ini mencakup pertahanan udara (radar), amunisi, sistem rekayasa militer, dan bahkan teknologi drone — segala sesuatu yang krusial bagi Ukraina untuk menahan agresi dan mempertahankan wilayah mereka.
Di tengah perang yang sudah memasuki tahun keempat, bantuan militer dari negara seperti Australia memberi harapan bahwa komunitas internasional masih memperhatikan nasib Ukraina. Bantuan jenis ini — bukan sekadar dana, tapi dukungan alat dan teknologi militer — bisa memperkuat pertahanan Ukraina dan memberi tekanan baru terhadap invasi Rusia.
Namun, seperti apa dampaknya di lapangan? Itulah yang akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan — apakah bantuan ini akan mengubah dinamika konflik, atau sekadar menjadi tambahan dalam peperangan yang melelahkan.
Terlepas dari itu, keputusan Australia untuk terus mendukung Ukraina menunjukkan bahwa konflik Eropa kini dianggap sebagai masalah global — bukan semata urusan benua Eropa saja, tetapi soal prinsip internasional, kedaulatan, dan keadilan. (ARI WIBOWO/DIN)
-
RIAU30/06/2026 20:45 WIBMTQ Riau 2026, Kafilah Bengkalis Raih Dua Gelar Juara Sekaligus
-
NUSANTARA30/06/2026 13:30 WIBJangan Nekat! Jalur Pendakian Merapi Masih Ditutup Total
-
FOTO30/06/2026 19:30 WIBFOTO: Dukungan Terdakwa Nadiem Makarim dari Driver Gojek
-
POLITIK30/06/2026 16:00 WIBPengamat: Rivalitas Jokowi dan PDIP Kian Terbuka Jelang 2029
-
NUSANTARA30/06/2026 12:51 WIBKepala Dishub Lubuk Linggau Bantah Tuduhan Parkir Dikuasai Keluarga Wali Kota, Siap Tempuh Hukum
-
EKBIS30/06/2026 17:40 WIBLaba Naik 41 Persen, Dwi Shri Farmindo Tbk Tahan Dividen Demi Ekspansi Bisnis
-
POLITIK30/06/2026 17:15 WIBSafari Politik Jokowi Dinilai Langkah Taktis untuk Besarkan PSI
-
NASIONAL30/06/2026 13:00 WIBMenko AHY: 89 Persen Emisi Transportasi Berasal dari Kendaraan Darat

















