DUNIA
Iran Sebut Invasi Darat AS akan Berujung Malu Besar
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pejabat tinggi Iran menegaskan kesiapan mereka menghadapi kemungkinan invasi darat dari Washington.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, menyatakan pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) siap menghadapi dan menangkap pasukan Amerika apabila benar-benar memasuki wilayah Iran.
“Beberapa pejabat Amerika menyatakan mereka bermaksud memasuki wilayah Iran melalui jalur darat dengan beberapa ribu pasukan,” kata Larijani seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).
Ia memperingatkan Washington, D.C. agar mempertimbangkan konsekuensi serius jika tetap memaksakan invasi. Menurutnya, Iran telah mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.
Larijani juga menegaskan rakyat Iran akan melanjutkan perjuangan yang diwariskan oleh pemimpin revolusi seperti Ruhollah Khomeini dan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.
“Anak-anak Imam Khomeini dan Imam Khamenei sedang menunggu kalian, siap mempermalukan para pejabat Amerika yang korup dengan menangkap dan membunuh ribuan pasukan,” ujarnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menegaskan Iran tidak gentar menghadapi kemungkinan serangan darat dari Amerika Serikat.
“Kami tidak takut. Kami justru menunggu mereka,” kata Araghchi dalam wawancara dengan NBC News.
Menurut Araghchi, invasi darat akan menjadi bencana besar bagi pasukan Amerika Serikat jika benar-benar dilakukan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya membuka kemungkinan pengerahan pasukan darat dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump menyatakan opsi tersebut masih terbuka jika dianggap perlu.
“Saya tidak mengatakan tidak akan ada pasukan darat. Saya hanya mengatakan mungkin tidak diperlukan, kecuali memang dibutuhkan,” kata Trump.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menyebut opsi pengerahan pasukan tetap dipertimbangkan, meski saat ini belum ada tentara Amerika yang ditempatkan di dalam wilayah Iran.
Konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutu dekat Washington yaitu Israel terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas. (Mun)
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
DUNIA22/09/2026 08:00 WIBDibombardir Ukraina, Partai Putin Menang Telak 57,83%
-
JABODETABEK22/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka di 5 Lokasi Hari Ini
-
POLITIK22/09/2026 03:00 WIBBawaslu Butuh Gagasan Mahasiswa untuk Benahi Hukum Pemilu
-
JABODETABEK22/09/2026 04:30 WIBPasar Mobil Kemayoran Dilalap Api

















