Connect with us

DUNIA

Israel Blokir Akses Al Aqsa Saat Idulfitri

Aktualitas.id -

Israel Blokir Akses Al Aqsa Saat Idulfitri, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Idulfitri di Masjid Al Aqsa, salah satu situs suci umat Muslim di Yerusalem Timur. Kebijakan ini disebut berkaitan dengan situasi keamanan di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dilaporkan Middle East Eye, sejumlah sumber yang mengetahui pengelolaan masjid menyebut bahwa Israel telah memutuskan menutup kompleks Al Aqsa selama perayaan Idulfitri dan kemungkinan berlanjut setelahnya.

Keputusan tersebut telah disampaikan kepada Wakaf Islam, lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan suci tersebut. Penutupan disebut telah berlangsung sejak awal bulan dengan alasan “situasi keamanan”.

Para sumber menyebutkan, selama bulan Ramadan, warga Palestina bahkan dilarang melaksanakan salat Jumat dan salat malam di Al Aqsa. Ini menjadi kejadian pertama sejak Israel menguasai Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari 1967.

Selain itu, Israel juga membatasi jumlah staf Wakaf Islam yang boleh bertugas, yakni tidak lebih dari 25 orang dalam satu waktu. Polisi dilaporkan memperingatkan bahwa jika ada tambahan staf yang mencoba masuk, maka pemukim Israel akan diizinkan melakukan aksi di area masjid.

Penutupan ini berdampak besar pada aktivitas di Kota Tua Yerusalem Timur. Kawasan yang biasanya ramai kini berubah menjadi sepi, bahkan disebut menyerupai “kota hantu”.

Ratusan aparat keamanan Israel juga dilaporkan memblokir akses menuju masjid. Akibatnya, banyak jemaah terpaksa menunaikan salat di jalanan sekitar. Dalam beberapa laporan Anadolu Agency, aparat disebut membubarkan jemaah dengan kekerasan menggunakan pentungan, granat suara, dan gas air mata.

“Penutupan Kota Tua dengan cara seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Mustafa Abu Sway, profesor yang mengajar di Al Aqsa sekaligus anggota Dewan Wakaf Islam.

Selama ini, pengelolaan Masjid Al Aqsa diatur dalam kesepakatan internasional atau status quo, di mana kendali administrasi berada di tangan Wakaf Islam yang ditunjuk oleh Yordania. Namun, sejak pendudukan wilayah tersebut, Israel dinilai kerap membatasi akses umat Muslim dan meningkatkan kehadiran pemukim di kawasan tersebut.

Situasi ini kembali memicu sorotan dunia internasional terkait akses ibadah dan stabilitas di kawasan Yerusalem Timur. (Mun)

Continue Reading

TRENDING