Connect with us

DUNIA

Iran Siap Rakit Bom Atom Jika Trump Nekat Menyerang

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ancaman kiamat nuklir kini bukan sekadar isapan jempol! Teheran baru saja melemparkan peringatan paling mengerikan ke wajah Amerika Serikat: memproduksi uranium 90 persen alias material utama pembuat bom atom!

Langkah super nekat ini siap diambil Parlemen Iran jika Presiden AS Donald Trump benar-benar merealisasikan kabar rencana serangan militer terbarunya ke wilayah Iran. Ketegangan dua negara kini berada di titik nadir yang paling membahayakan dunia!

Juru Bicara Komisi Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, secara blak-blakan menyuarakan ancaman tersebut. Melalui cuitannya di X (sebelumnya Twitter) pada Selasa, ia menegaskan bahwa serangan AS-Israel tidak akan dibiarkan tanpa balasan mematikan.

“Salah satu tanggapan Iran jika terjadi serangan AS-Israel lagi di wilayah kami bisa berupa pengayaan (uranium) 90 persen. Kami akan mengkajinya di parlemen,” ancam Rezaei.

Situasi makin genting karena saat ini Iran diketahui sudah menimbun sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga level 60 persen. Washington terus mendesak agar tumpukan material berbahaya itu diserahkan sebagai jaminan.

Meski selama ini Iran selalu berkilah tidak berniat membuat senjata pemusnah massal—sebuah langkah yang sempat diharamkan oleh mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei sebelum dibunuh AS-Israel pada Februari lalu—ancaman pengayaan 90 persen kini meruntuhkan semua klaim damai tersebut.

Dalam dunia nuklir, angka 90 persen adalah “Zona Merah” yang sangat mematikan. International Atomic Energy Agency (IAEA) mencatat bahwa kadar ini dikenal sebagai weapons-grade uranium (uranium tingkat senjata). Pada level ini, isotop U-235 sudah sangat murni dan siap dimasukkan sebagai bahan inti bom nuklir.

Sebagai perbandingan, pembangkit listrik hanya butuh kadar 3-5 persen, dan reaktor riset maksimal 20 persen. Jika Iran menyentuh angka 90 persen, dunia internasional dipastikan akan melihat ini sebagai deklarasi perang nuklir, bukan lagi urusan energi! Negara yang mencapai tahap ini dinilai telah sukses merobohkan tembok penghalang terbesar dalam menciptakan senjata pemusnah massal, meski masih harus merakit hulu ledak dan rudal pembawa.

Ancaman nuklir ini meledak di tengah laporan CNN yang menyebut Donald Trump makin frustrasi dan bersiap melanjutkan gempuran ke Iran. Negosiasi damai yang diharapkan justru berujung pada jalan buntu yang memuakkan bagi kedua belah pihak. Trump secara terbuka menyebut gencatan senjata AS-Iran kini berada di fase paling kritis.

Merespons tekanan Washington, Teheran langsung menyerang balik dengan bahasa yang sangat kasar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tuntutan Iran sebenarnya sangat masuk akal: hentikan perang, cabut blokade dan aksi pembajakan AS, serta kembalikan aset Iran yang dibekukan secara sepihak.

Namun, proposal yang disodorkan AS justru membuat Teheran murka. Baghaei dengan sinis menyebut AS tidak tahu malu dan menganggap gencatan senjata ini hancur berantakan gara-gara ulah Washington sendiri.

“Kesepakatan sangat lemah saat ini setelah kami membaca seonggok sampah yang mereka (AS) kirimkan kepada kami,” pungkas Baghaei dengan nada geram.

Genderang perang tampaknya belum akan berhenti ditabuh. Jika Trump nekat menekan tombol serangan, Iran pastikan dunia akan melihat lahirnya kekuatan nuklir baru yang mematikan! (Mun)

Continue Reading

TRENDING