DUNIA
PBB: ISIS Masih Tangguh di Tengah Operasi Kontraterorisme
AKTUALITAS.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kelompok teroris ISIS masih menjadi ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Meski operasi kontraterorisme di berbagai negara telah melemahkan kepemimpinan kelompok tersebut, PBB menilai ISIS terus mengubah strategi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempertahankan pengaruhnya.
Peringatan itu disampaikan Kepala Kantor Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Kontraterorisme, Oguljeren Niyazberdiyeva, dalam sidang Dewan Keamanan PBB saat memaparkan laporan terbaru Sekretaris Jenderal mengenai ancaman ISIS.
“Terlepas dari upaya internasional, ISIS terus menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Meskipun operasi kontraterorisme telah melemahkan kepemimpinan ISIS, kelompok tersebut terus beradaptasi,” ujarnya.
Menurut PBB, struktur organisasi ISIS kini semakin tersebar. Namun, afiliasi kelompok tersebut tetap terhubung oleh ideologi yang sama sehingga masih mampu mempertahankan aktivitas di sejumlah wilayah.
Niyazberdiyeva mengatakan ISIS terus memanfaatkan kawasan yang mengalami konflik berkepanjangan dan lemahnya sistem keamanan. Ancaman paling nyata, menurutnya, masih terlihat di beberapa wilayah Afrika, khususnya kawasan Sahel dan Cekungan Danau Chad, tempat afiliasi ISIS disebut terus memperkuat kapasitas operasionalnya.
PBB juga menyoroti perkembangan di Suriah, terutama setelah penutupan kamp al-Hol pada Februari lalu. Menurut laporan tersebut, masih terdapat ketidakjelasan mengenai keberadaan ribuan individu yang sebelumnya berada di kamp tersebut, sehingga diperlukan proses repatriasi yang aman dan sesuai hukum internasional.
Sementara di Irak, PBB menilai tekanan militer terhadap ISIS telah mempersempit ruang gerak kelompok itu. Namun, keberhasilan tersebut dinilai harus dibarengi dengan penguatan institusi negara, penegakan hukum, serta program rehabilitasi dan reintegrasi agar ancaman tidak kembali berkembang.
Laporan PBB juga menyoroti perubahan pola ancaman seiring perkembangan teknologi. Menurut Niyazberdiyeva, ISIS dan afiliasinya semakin memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), komunikasi terenkripsi, platform digital, aset virtual, dan pesawat nirawak dalam aktivitas mereka.
Karena itu, PBB menegaskan bahwa respons internasional terhadap terorisme juga harus terus berkembang mengikuti perubahan modus operandi kelompok tersebut.
Senada dengan itu, Wakil Direktur Eksekutif Counter-Terrorism Committee Executive Directorate (CTED), Carmen Cantor, mengatakan ISIS dan kelompok afiliasinya tetap menunjukkan kemampuan beradaptasi meskipun menghadapi tekanan dari berbagai operasi kontraterorisme.
Ia menilai Afrika masih menjadi kawasan yang paling terdampak, sementara dinamika di Irak dan Suriah menunjukkan bahwa kewaspadaan global tidak boleh dikendurkan.
Cantor juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap ancaman. Menurutnya, kelompok teroris kini memanfaatkan media sosial, layanan komunikasi terenkripsi, platform digital, dan teknologi berbasis AI untuk mendukung propaganda, perekrutan, penggalangan dana, serta koordinasi aktivitas mereka.
Mengakhiri laporannya, PBB menegaskan bahwa ancaman ISIS belum berakhir, melainkan terus berubah mengikuti dinamika global. Karena itu, organisasi tersebut menyerukan kerja sama internasional yang berkelanjutan, penguatan kapasitas negara, serta pendekatan komprehensif agar ancaman terorisme dapat ditekan secara efektif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional dan hak asasi manusia. (Mun)
-
POLITIK21/09/2026 19:00 WIBPengamat Politik Bongkar Strategi Reshuffle Prabowo
-
DUNIA21/09/2026 18:00 WIBKorut Kembali Tembakkan Rudal ke Laut Jepang
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
POLITIK21/09/2026 17:00 WIBNusron Bilang Sudah Lama Bicara dengan Bahlil
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
DUNIA21/09/2026 21:00 WIBSerangan Houthi ke Riyadh Bikin AS Siaga

















