Connect with us

DUNIA

Houthi Bantah Serang Mekkah

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kian membara dan merambah ke situs-situs paling suci umat Islam. Kelompok Houthi di Yaman secara tegas membantah klaim koalisi Arab Saudi yang menyebut mereka melancarkan serangan drone ke arah kota suci Mekkah.

Pejabat biro politik Houthi, Hazem al-Assad, tanpa ampun melabeli tuduhan tersebut sebagai retorika murahan yang sudah usang dan tidak layak dipercaya.

“Klaim mengenai penargetan Mekkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi dapat memperdaya siapa pun,” tulis Hazem melalui akun X pribadinya, dilansir AFP, Rabu (16/9/2026).

Bentrok narasi ini meletus setelah otoritas Arab Saudi sebelumnya mengumumkan keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) di dekat wilayah Mekkah, Selasa (15/9) pukul 18.50 waktu setempat.

BACA JUGA  Gertak Iran, Donald Trump Kerahkan Kekuatan Tempur Laut dan Jet F-15 ke Timur Tengah

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Malki, mengungkapkan bahwa drone maut tersebut berhasil dilumpuhkan sebelum sempat memasuki wilayah udara terlarang. Meski demikian, puing-puing benda terbang tersebut jatuh di sebelah selatan kota suci, memicu kepanikan dan alarm darurat.

Al-Malki menyebut insiden ini sebagai percobaan kedua Houthi setelah aksi serupa pada Juli 2017 silam. Dengan nada mengancam, ia menegaskan bahwa keamanan Dua Masjid Suci adalah “garis merah” yang tidak boleh disentuh, seraya bersiap mengambil tindakan balasan keras.

Situasi di kawasan sempat mencekam ketika Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat tingkat tinggi yang mencakup wilayah terluas sejak eskalasi konflik pecah sepekan terakhir. Suara sirene peringatan bahaya untuk pertama kalinya menggema di jantung kota Mekkah dan Jeddah, menyusul serangkaian ancaman dari kelompok bersenjata yang disokong oleh Iran.

BACA JUGA  UEA Tegaskan Tidak Akan Membantu Serangan AS terhadap Iran

Meski peringatan tersebut tak lama kemudian dicabut tanpa adanya laporan korban jiwa maupun kerusakan fatal, insiden ini semakin menyeret Arab Saudi ke dalam pusaran perang terbuka Timur Tengah. (Mu)

TRENDING