Connect with us

DUNIA

Netanyahu Perintahkan Mossad Gulingkan Rezim Iran Sekarang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali memanaskan suhu geopolitik Timur Tengah. Di tengah ancaman lengser dari kursinya, Netanyahu secara provokatif mengeklaim bahwa satu-satunya cara untuk mengamankan Israel adalah dengan menggulingkan rezim Iran secara total.

Pernyataan tajam ini dilontarkan Netanyahu di hadapan pendukungnya saat kampanye di Dimona pada Rabu (21/10/2026). Ia menyebut Teheran sebagai musuh abadi dan ancaman eksistensial terbesar bagi eksistensi Zionis yang tak kunjung padam.

“Iran ingin menghancurkan kita, tapi berhasil kita hentikan. Mereka ingin memproduksi bom nuklir, tapi berhasil kita hentikan,” koar Netanyahu, seperti dikutip dari AFP. “Masalahnya, mereka terus berulah. Oleh sebab itu, hanya ada satu cara untuk mengakhiri ini: gulingkan rezim tersebut.”

BACA JUGA  Netanyahu: Perang melawan Hamas akan Berlanjut hingga Kalah Total

Bukan sekadar gertakan sambal di panggung kampanye, Netanyahu sesumbar bahwa dirinya telah turun tangan langsung. Ia mengaku sudah menginstruksikan misi berskala raksasa ini ke pundak Pasukan Pertahanan Israel (IDF), agen intelijen Mossad, hingga ke seluruh cabang keamanan nasional Israel.

Namun, seperti operasi intelijen pada umumnya, Netanyahu menutup rapat mulutnya soal kapan dan bagaimana skenario kudeta berdarah ini akan dieksekusi.

Meski berapi-api, ambisi Netanyahu nyatanya sempat menabrak tembok tebal sekutunya sendiri. Laporan eksklusif Financial Times pada hari yang sama membocorkan bahwa Netanyahu sebenarnya sudah gatal ingin menggempur Iran awal bulan ini.

Namun, rencana itu dijegal mentah-mentah oleh Presiden AS, Donald Trump. Washington menolak terseret ke jurang perang terbuka, mengingat Trump sedang fokus menjaga stabilitas demi memenangkan pemilu paruh waktu AS yang akan digelar bulan depan.

BACA JUGA  Mossad: Iran Masih Berpotensi Membuat Senjata Nuklir

Sikap keras Netanyahu terhadap Iran ini memunculkan satu pertanyaan besar: Apakah ini murni soal keamanan nasional, atau sekadar manuver politik orang yang sedang panik?

Faktanya, Israel akan menggelar pemilu penentuan pada 27 Oktober mendatang. Posisi Netanyahu saat ini bak berada di ujung tanduk. Rentetan jajak pendapat terbaru menunjukkan elektabilitasnya terjun bebas.

Rakyat Israel masih menyimpan amarah atas kegagalan fatal intelijen dalam mengantisipasi serangan berdarah Hamas pada 2023 lalu. Ditambah lagi, kebijakan kontroversial Netanyahu yang memberikan hak istimewa bebas wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks sukses memicu kemarahan publik luas.

Kini, dengan bayang-bayang kekalahan di depan mata, ‘kartu Iran’ tampaknya menjadi jurus pamungkas Netanyahu untuk kembali membius para pemilih sayap kanan dan mengamankan kekuasaannya di Israel. (Mun)

BACA JUGA  Delapan Negara Siap Tangkap Netanyahu, Dituding Lakukan Genosida di Gaza

TRENDING