EKBIS
Mentan: Jaga Integritas Penyaluran Bantuan Pertanian
AKTUALITAS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melantik dan mengambil sumpah jabatan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian.
Mentan menekankan seluruh jajarannya agar menjaga integritas dalam penyaluran bantuan pertanian, sehingga bantuan tepat sasaran, transparan, serta benar-benar mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok,” kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Selain meminta seluruh jajaran menjaga integritas dalam penyaluran bantuan, ia juga menekankan agar pentingnya memastikan alat dan mesin pertanian tepat sasaran, serta mengawasi harga pupuk agar sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Menurut Mentan pelantikan itu menegaskan komitmen penerapan sistem meritokrasi berbasis kinerja sekaligus percepatan program strategis sektor pertanian.
Mentan menegaskan, mayoritas pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi berbasis kinerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi.
Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari reformasi birokrasi Kementan yang sejalan dengan perhatian besar Presiden terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
“Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja,” kata Mentan.
Selain itu, Amran menitipkan sejumlah agenda strategis yang harus dikawal ketat oleh para pejabat baru, mulai dari optimalisasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Selain itu, percepatan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, brigade pangan, hingga penguatan hilirisasi pertanian.
Ia juga menekankan pentingnya laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) yang dievaluasi secara disiplin.
“PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani sampai ke pelosok,” ujarnya.
Amran juga menyoroti capaian besar sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan, Indonesia mampu mencatatkan lompatan kinerja pertanian, termasuk perbaikan tata kelola keuangan dari WDP menjadi WTP, peningkatan produksi, serta kontribusi Indonesia dalam menurunkan harga beras dunia.
“Petani Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan dunia. Ketika Indonesia berhenti impor, harga pangan global ikut turun. Ini sejarah, dan ini hasil kerja keras kita semua,” beber Amran.
Ke depan, Mentan menargetkan capaian yang lebih ambisius, seperti ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi pertanian yang berjalan nyata di lapangan.
Ia juga mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga semangat petani agar tidak kendor.
“Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” kata Amran.
(Ari Wibowo/goeh)
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
NASIONAL25/06/2026 21:00 WIBKasus Korupsi PPT Energy Trading, KPK Panggil Mantan Direktur Pelabuhan
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
POLITIK25/06/2026 17:20 WIBPengamat: Pengacara Profesional akan Berpikir Ulang Bela Jokowi dalam Kasus Ijazah
-
FOTO26/06/2026 05:35 WIBFOTO: Menko Infra AHY Pimpin Rapat Tingkat Menteri Bahas Tata Kelola Kebandarudaraan
-
JABODETABEK25/06/2026 20:00 WIBPolisi Tangkap Penjual Airsoft Gun Ilegal di Tanjung Priok dan Sita 15 Pucuk Senjata

















