EKBIS
Meski Terdampak Bencana, Kulit Manis Asal Agam Tembus Pasar Eropa
AKTUALITAS.ID – Pada saat bencana banjir bandang melanda di Kecamatan Malalak Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) pada 26 November 2025, para petani selama satu bulan sama sekali tidak bisa membeli atau menjual kulit manis atau yang juga dikenal sebagai kayu manis (Cinnamomum).
Selain karena akses jalan menuju Kota Bukittinggi via Malalak yang putus total, para petani kulit manis juga tidak ada yang memanen tanaman rempah tersebut.
Satu bulan pascabencana, umumnya warga setempat masih fokus pada pemulihan dan pencarian korban yang belum ditemukan.
Kini Hasil bumi berupa kulit manis dari para petani terdampak bencana banjir di Kecamatan Malalak, berhasil menembus pasar Eropa.
“Kulit manis dari sini (Malalak) dijual ke Bukittinggi dulu kemudian baru diekspor ke Eropa dan Malaysia,” kata salah seorang pengepul kulit manis, Roni di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Minggu ( 22/2/2026).
Ia mengatakan harga rempah yang biasa digunakan untuk kue, minuman hingga masakan itu kini bervariatif di tingkat petani, atau tergantung dari tingkat kadar air. Paling rendah satu kilogram kulit manis dihargai Rp30 ribu dan paling tinggi Rp40 ribu per kilogram (kg).
“Hari ini harga beli kulit manis di tingkat petani paling tinggi Rp37 ribu (per kg) untuk kualitas terbaik, tapi itu masih ada kadar airnya,” ujar dia.
Saat ini Roni memiliki pasokan sekitar 2,5 ton kulit manis yang siap dijual ke Kota Bukittinggi dan kemudian diekspor ke Eropa atau Malaysia. Biasanya, penjualan ke pihak pengekspor tergantung dari permintaan pasar luar negeri.
Sementara itu, salah seorang petani kulit manis, Andri Yandra menyebutkan sebelum pandemi COVID-19 harga kulit manis per kilogram bisa mencapai Rp50 ribu. Namun, sejak pandemi melanda harganya turun drastis hingga mencapai Rp24 ribu per kilogram.
Menurut dia, harga beli kulit manis tersebut tidak sesuai dengan harapan para petani. Sebab, butuh waktu minimal tujuh hingga 15 tahun agar batang kulit manis baru bisa dipanen.
“Kami harus menunggu 15 tahun baru bisa panen, tetapi ketika dijual harganya hanya berkisar Rp30 ribu,” ujar dia.
Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait memperhatikan nilai jual kulit manis di tingkat petani. Sebab, kulit manis merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat selain bersawah.
(Yan Kusuma/goeh)
-
JABODETABEK22/02/2026 14:30 WIBPencuri Kambing di Bogor: Dijagal di Tempat dan Sisakan Jeroan
-
DUNIA22/02/2026 08:00 WIBHamas Buka Ruang untuk ISF di Gaza Asal Ada Syarat Tegas
-
NUSANTARA22/02/2026 10:30 WIBHina Nabi Muhammad di TikTok, Pria Asal Aceh Ditangkap Polisi
-
NUSANTARA22/02/2026 12:30 WIBPolres Taput Ringkus Dua Pengedar Sabu dan Ganja di Dua Lokasi Berbeda
-
NASIONAL22/02/2026 14:00 WIBKemenag Pastikan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Makan Bergizi Gratis
-
DUNIA22/02/2026 12:00 WIBDi Ambang Perang, Trump Pertimbangkan Opsi Militer Singkirkan Khamenei
-
RAGAM22/02/2026 13:30 WIBAsal-usul Batu Hajar Aswad Menurut Penelitian Sains dan Ahli Geologi
-
OASE22/02/2026 05:00 WIB5 Hal yang Membatalkan Puasa di Bulan Ramadan

















