EKBIS
Kolaborasi Riset Swasembada Energi, Kemdiktisaintek Gandeng MIND ID
AKTUALITAS.ID – Peran MIND ID saat ini adalah sebagai jangkar dalam pengamanan pasokan energi sekaligus penguatan ekosistem hilirisasi nasional.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka ruang kolaborasi strategis bidang hilirisasi dan swasembada energi bersama Dewan Energi Nasional (DEN) dan mitra industri, dengan MIND ID sebagai salah satu mitra kunci.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Aziman, menegaskan bahwa riset nasional tidak lagi disusun sekadar berbasis topik, tetapi diarahkan untuk menjawab tantangan nyata industri dan kebutuhan strategis negara.
“Kami ingin penelitian berbasis pemecahan masalah. Problem statement itu tidak hanya datang dari kampus, tetapi juga dari industri, BUMN, dan Dewan Energi Nasional. Apa yang menjadi perhatian DEN dan industri seperti MIND ID, itulah yang kami dorong menjadi fokus penelitian,” katanya melalui keterangan di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Fauzan menyampaikan perubahan arsitektur riset tersebut diperkuat dengan peningkatan anggaran riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun pada 2025.
Kenaikan 50 persen tersebut diarahkan untuk mempercepat penguasaan teknologi khususnya di sektor strategis, termasuk hilirisasi mineral dan ketahanan energi.
Fauzan menegaskan tanpa penguasaan teknologi, Indonesia akan terus berada pada posisi eksportir bahan mentah dan bergantung pada teknologi impor.
“Presiden melihat kunci utama industri mineral dan energi adalah penguatan teknologi. Karena itu, kami menyiapkan program kerja sama industri dan siap bersinergi dengan MIND ID,” ujarnya.
Fauzan menilai posisi MIND ID memegang peran penting dalam orkestrasi tersebut karena mengonsolidasikan sejumlah entitas utama, seperti PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk.
“Peran MIND ID sangat krusial. Kapasitas teknologi dan kemampuan adaptasi industri terhadap disrupsi akan menentukan keberhasilan hilirisasi dan ketahanan energi,” lanjut Fauzan.
Selain riset teknologi, pemerintah juga menyiapkan integrasi riset dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar adaptif terhadap disrupsi teknologi global.
Melalui pendekatan berbasis kebutuhan industri ini, pemerintah berharap hilirisasi mineral dan pengembangan energi nasional tidak hanya ditopang oleh investasi fisik, tetapi juga diperkuat riset dan penguasaan teknologi dalam negeri.
“Pengembangan SDM di bidang strategis harus berjalan beriringan dengan penguatan teknologi. Teknologi dan manusianya harus dibangun secara bersamaan. Itu yang bisa kita sinergikan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan MIND ID,” tutur Fauzan Adziman.
(Purnomo/goeh)
-
NASIONAL19/05/2026 10:45 WIBPFI Pusat Desak Kemlu Selamatkan Wartawan Indonesia yang Ditahan Israel
-
NASIONAL19/05/2026 11:15 WIBJurnalis Indonesia Ditangkap Tentara Israel dalam Misi Gaza, KPP DEM Desak Presiden Bertindak Tegas
-
DUNIA19/05/2026 12:00 WIBTrump Frustrasi Iran Ogah Manut Soal Damai
-
DUNIA19/05/2026 08:00 WIBMahkamah Agung Saudi Umumkan Idul Adha 27 Mei
-
JABODETABEK19/05/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Hujan Ringan Selasa 19 Mei
-
NASIONAL19/05/2026 18:30 WIBBukan Lagi Fokus Jaga Pertahanan, TNI Kini Urus Jagung dan Kedelai
-
EKBIS19/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,789 Juta
-
OASE19/05/2026 05:00 WIBPuasa Arafah Jadi Amalan Paling Istimewa di Zulhijah

















