Connect with us

EKBIS

Selasa Pagi IHSG ‘Meledak’ di Level 7.598

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka bergairah pada Selasa (14/4/2026), melonjak 98,61 poin atau 1,31 persen ke level 7.598,80. Penguatan ini menandai sentimen positif yang kuat di awal perdagangan, didorong oleh masuknya dana asing serta penguatan saham-saham berkapitalisasi besar.

Seiring dengan penguatan IHSG, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga naik 10,09 poin atau 1,35 persen ke posisi 756,45. Mayoritas sektor tercatat berada di zona hijau, mencerminkan optimisme pelaku pasar.

Data perdagangan awal menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, dengan lebih dari 1,17 miliar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp779,43 miliar hanya dalam menit-menit awal.

Penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 2,88 persen dan kembali menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar mencapai Rp832 triliun, menyalip BBCA yang naik 1,9 persen.

Selain itu, saham DSSA, TPIA, dan BBRI juga mencatatkan penguatan, memperkuat tren positif di pasar.

Di jajaran top gainers, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan.

Aliran dana asing menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG. Tercatat net foreign buy sebesar Rp396,77 miliar di seluruh pasar, dan Rp626,16 miliar di pasar reguler.

Hal ini mengindikasikan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap pasar saham Indonesia.

Analis menilai pasar semakin adaptif terhadap dinamika geopolitik global. Meski ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung, dampaknya terhadap pasar dinilai semakin terbatas.

Selain itu, penguatan Wall Street dan harapan stabilitas global turut memberikan sentimen positif bagi IHSG.

Dari dalam negeri, keputusan FTSE yang mempertahankan status Indonesia menjadi katalis positif. Selain itu, pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 6,5 persen (yoy) pada Februari 2026 turut memperkuat optimisme pasar.

Momentum Ramadan dan Idul Fitri juga mendorong konsumsi domestik, yang berdampak positif pada kinerja emiten. (Firmansyah/Mun)

TRENDING