EKBIS
IHSG Ambruk! Zona Hijau Cuma Bertahan Sesaat
AKTUALITAS.ID – Harapan pelaku pasar melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli langsung pupus pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Setelah sempat dibuka menguat menembus level psikologis 6.000, IHSG justru berbalik arah dan terseret ke zona merah akibat derasnya aksi jual.
Hingga pukul 09.33 WIB, IHSG terkoreksi 66,38 poin atau 1,11 persen ke level 5.932,66. Padahal pada awal perdagangan indeks sempat dibuka di posisi 6.010,34, lebih tinggi dibanding penutupan sehari sebelumnya di level 5.999,04.
Dalam waktu kurang dari satu jam perdagangan, indeks bergerak sangat fluktuatif dengan rentang 5.929,28 hingga 6.045,26, mencerminkan tingginya volatilitas pasar.
Tekanan jual mendominasi hampir seluruh papan perdagangan. Sebanyak 469 saham melemah, hanya 141 saham yang menguat, sementara ratusan saham lainnya bergerak stagnan.
Meski IHSG tertekan, aktivitas transaksi tetap berlangsung sangat tinggi. Sebanyak 4,09 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp2,36 triliun dari lebih dari 381 ribu transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp10.394 triliun.
Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut melemah 0,12 persen ke level 587,04, menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua tetapi juga menghantam emiten-emiten berkapitalisasi besar.
Menariknya, pelemahan IHSG terjadi meski sejumlah sektor masih mencatat penguatan. Sektor keuangan menjadi penopang utama dengan kenaikan sekitar 1,7 persen hingga hampir 2 persen pada awal perdagangan. Sektor properti, barang konsumsi non-primer, energi, teknologi, dan industri juga sempat bergerak positif.
Namun derasnya tekanan jual pada berbagai saham membuat penguatan sektoral tersebut tidak cukup kuat menahan IHSG tetap berada di zona hijau.
Sebelumnya, pada awal sesi perdagangan IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi 6.045 sebelum akhirnya kehilangan tenaga dan berbalik turun tajam.
Di sisi lain, analis BNI Sekuritas masih melihat peluang penguatan terbatas untuk perdagangan hari ini. Dalam risetnya, IHSG diperkirakan bergerak dengan area support di kisaran 5.960-5.920 dan resistance pada level 6.060-6.120.
BNI Sekuritas juga mencatat bahwa meski IHSG pada perdagangan sebelumnya berhasil menguat hampir 2 persen, investor asing masih membukukan aksi jual bersih sekitar Rp299 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BMRI, BBRI, KLBF, AMMN, dan JSMR.
Dengan tekanan jual yang masih mendominasi serta aksi jual asing yang belum sepenuhnya mereda, pelaku pasar kini menanti apakah IHSG mampu bangkit pada sesi berikutnya atau justru melanjutkan koreksi menuju area support yang telah diproyeksikan analis. (Firman/Mun)
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
POLITIK25/06/2026 14:00 WIBPengamat SDI: UU Perampasan Aset Jawab Kerinduan Rakyat
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
NASIONAL25/06/2026 21:00 WIBKasus Korupsi PPT Energy Trading, KPK Panggil Mantan Direktur Pelabuhan

















