JABODETABEK
Pakar Dukung KAI Tolak Gerbong Rokok: Transportasi Harus Bebas Asap
AKTUALITAS.ID – Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menegaskan dukungannya terhadap kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang konsisten menjadikan seluruh layanan kereta api sebagai zona bebas asap rokok.
Menurut Tjandra, aturan tersebut tidak hanya menjaga kesehatan penumpang dan petugas, tetapi juga berpotensi mendorong perokok untuk mengurangi kebiasaan buruknya.
“Kalau budaya tidak merokok terus diperluas, maka itu akan semakin baik. Merokok di dalam kereta pasti mengganggu penumpang lain, termasuk petugas, dan ventilasi tidak akan bisa menjamin bebas dari paparan asap,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Pernyataan itu menjadi tanggapan atas usulan anggota DPR Nasim Khan yang sebelumnya meminta KAI menyediakan gerbong khusus merokok pada kereta jarak jauh. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, pada 20 Agustus 2025.
Namun, Tjandra menilai justru sebaliknya: transportasi publik harus memberi teladan hidup sehat bagi generasi muda.
“Merokok merugikan kesehatan. Penentu kebijakan publik punya kewajiban menjaga kesehatan seluruh anak bangsa,” katanya.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menegaskan aturan larangan merokok berlaku ketat di semua perjalanan, baik kereta jarak jauh, lokal, maupun komuter.
“Setiap pelanggaran ditindak dengan penurunan penumpang di stasiun terdekat tanpa pengembalian tiket. Kami ingin mewujudkan perjalanan yang sehat dan ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” tegas Ixfan.
Dengan kebijakan ini, KAI berharap seluruh masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan terbebas dari asap rokok. (YAN KUSUMA/DIN)
-
NASIONAL07/05/2026 14:00 WIBDensus 88 Tangkap 8 Teroris di Poso & Parigi
-
EKBIS07/05/2026 14:38 WIBMenguji Kepastian Hukum: 14 Tahun Perjuangan 18 Investor Condotel, Putusan MA Menang Namun Eksekusi Masih Terhalang
-
NASIONAL07/05/2026 10:00 WIBPKS Desak Transparansi Harga BBM demi Lindungi Rakyat
-
RAGAM07/05/2026 15:30 WIBGaji Orang Indonesia Ternyata Masih di Bawah UMP Jakarta
-
RAGAM07/05/2026 13:30 WIBPeneliti Ungkap Bahaya Baru Mikroplastik di Atmosfer
-
POLITIK07/05/2026 11:00 WIBKPK Ungkap Cara Baru Cegah Money Politics
-
EKBIS07/05/2026 12:30 WIBHarga Minyak Meledak Usai Trump Ancam Iran
-
OLAHRAGA07/05/2026 17:30 WIBParis Saint-Germain Bakal Bertemu Arsenal di Final Piala Champions 2026

















