NASIONAL
Gusdurian Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Pagar Laut yang Merugikan Nelayan
AKTUALITAS.ID – Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas permasalahan pagar laut yang saat ini menjadi sorotan publik.
Dalam konferensi pers bersama Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Jakarta Pusat pada Selasa (28/1/2025), Alissa menegaskan pentingnya pemerintah untuk segera menyelidiki akar permasalahan yang menyebabkan pemasangan pagar laut.
Alissa, yang merupakan putri dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengungkapkan bahwa kasus pagar laut menunjukkan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk oknum pemerintah.
Ia menyoroti adanya pembiaran dari pemerintah daerah terhadap pemasangan pagar laut yang diduga dilakukan demi kepentingan korporasi.
“Ini adalah bukti nyata bahwa ada pembiaran, bahkan kemungkinan unsur korupsi yang terjadi dalam proses penerbitan izin,” ujar Alissa.
Menurutnya, pemerintah daerah yang seharusnya mengawasi situasi justru tidak peka dan membiarkan praktik ini berlangsung, yang menimbulkan pertanyaan besar tentang niat di balik penerbitan izin tersebut.
Alissa juga menegaskan bahwa permasalahan pagar laut ini sangat merugikan masyarakat, khususnya para nelayan, yang semakin terbatas ruang geraknya untuk mencari nafkah di laut.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk memastikan bahwa laut bukanlah area yang dikavling untuk kepentingan korporasi, tetapi untuk digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Langkah cepat dari pemerintah diperlukan untuk meluruskan masalah ini dan memastikan bahwa wilayah laut ini diperuntukkan bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak,” tambahnya.
Gusdurian mendesak agar pemerintah segera menyelesaikan masalah ini demi keadilan bagi masyarakat dan kelestarian ruang hidup nelayan. (Enal Kaisar)
-
FOTO18/04/2026 19:07 WIBFOTO: Klarifikasi JK Terkait Ceramahnya di UGM
-
DUNIA19/04/2026 12:00 WIBMacron Ngamuk Usai Tentara Prancis Tewas di Lebanon
-
POLITIK19/04/2026 14:00 WIBHasto: Kritik Itu Sehat bagi Demokrasi
-
EKBIS19/04/2026 09:00 WIBDPR Ingatkan Kenaikan BBM Bisa Picu Efek Domino
-
EKBIS19/04/2026 11:30 WIBMinggu Ini Emas Antam Bertahan di Level Tertinggi Rp2,884 Juta
-
JABODETABEK19/04/2026 09:30 WIBPolisi Bongkar Praktik Ilegal LPG di Cileungsi
-
JABODETABEK19/04/2026 10:30 WIBJakarta Siaga Hujan Lebat Hingga 21 April
-
NASIONAL19/04/2026 11:00 WIBPigai: Kritik Tak Bisa Dipidana

















