NASIONAL
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat? Mensos Pastikan Bukan Pendidikan Semi Militer
AKTUALITAS.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan kehadiran taruna Akademi Militer (Akmil) di Sekolah Rakyat bukan untuk memberikan pendidikan semi-militer, melainkan membantu memperkuat kedisiplinan para siswa yang tinggal di asrama.
“Ini bukan pelibatan, tapi harapan kami taruna-taruna Akmil bisa memberikan contoh kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat yang sekolahnya juga berasrama,” kata Saifullah Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, para taruna akan memberikan teladan mengenai kebiasaan sehari-hari di lingkungan asrama, seperti merapikan tempat tidur, membersihkan perlengkapan pribadi, memakai seragam dan sepatu dengan benar, hingga membiasakan hidup tertib.
Nantinya, pendampingan tersebut hanya berlangsung selama lima hari dan diibaratkan sebagai program kuliah kerja nyata (KKN) bagi para taruna Akmil.
“Intinya membantu penguatan kedisiplinan untuk siswa-siswa Sekolah Rakyat, terutama yang menyangkut hal-hal yang menjadi bagian kehidupan sehari-hari di asrama,” ujarnya.
Saifullah Yusuf menepis anggapan bahwa program tersebut mengandung unsur pendidikan semi-militer. Menurut dia, tidak ada pelatihan militer yang diberikan kepada para siswa.
“Tidak ada pendidikan semi-militer. Tetapi kalau untuk baris-berbaris, bagaimana mereka tepat waktu, bersih, mengikuti jadwal, mempersiapkan diri sebelum pembelajaran, hal-hal seperti itulah yang nanti diberi contoh,” katanya.
Dirinya mengungkapkan, para siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam sehingga memerlukan proses adaptasi ketika mulai tinggal di asrama.
Berkaca pada pelaksanaan tahun sebelumnya, kata dia, sebagian siswa sempat mengalami kesulitan beradaptasi, seperti tidak betah tinggal di asrama, ingin pulang, atau belum terbiasa bangun pagi.
“Kita memerlukan empati, kita tidak memaksa tetapi mengajak dengan prosedur yang sudah disiapkan. Kalau mereka belum kerasan, boleh pulang dulu, nanti kembali lagi,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, rencana pendampingan oleh taruna Akmil merupakan inisiatif Kementerian Sosial karena dinilai memberikan manfaat besar bagi pembentukan disiplin siswa. Pada tahap awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun lalu, Kementerian Sosial juga mendapat dukungan dari TNI dan Polri.
“Memang Kementerian Sosial yang ingin dibantu karena ternyata manfaatnya besar. Tahun lalu kita dibantu oleh TNI-Polri pada tahap pertama,” katanya.
-
POLITIK01/07/2026 16:35 WIBSafari Politik Jokowi Sengaja Ganggu Zona Nyaman Partai Mapan
-
POLITIK01/07/2026 17:30 WIBGerindra Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi dengan PSI
-
POLITIK01/07/2026 11:30 WIBPDIP Minta BGN Bongkar Keterlibatan Kader dalam Program MBG
-
JABODETABEK01/07/2026 06:30 WIBHUT Bhayangkara ke-80, SIM Keliling Hadir di 5 Titik Jakarta
-
OTOTEK01/07/2026 11:00 WIBPersaingan Makin Gila, Influencer Terancam Kehilangan Cuan Besar
-
NASIONAL01/07/2026 10:00 WIBWaka MPR: Sangat Tepat Langkah Prabowo Selamatkan Industri Nasional
-
RIAU01/07/2026 13:16 WIBPolda Riau Raih Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Kapolda: Penghargaan Milik Seluruh Personel
-
OLAHRAGA01/07/2026 17:00 WIBTumbangkan Swedia 0-3, Prancis Melaju Ke-16 Besar Piala Dunia 2026

















