Connect with us

NASIONAL

Isu Nuklir Disinggung, Siaran Prabowo Mendadak Berhenti

Aktualitas.id -

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tentang ketahanan pangan Indonesia saat meresmikan ratusan jembatan secara virtual.
Presiden Prabowo, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari 38 provinsi di Istana Negara, Jumat (31/7/2026), mendadak menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena isi pidatonya yang membahas ketegangan geopolitik global, tetapi juga karena siaran langsung acara tiba-tiba terhenti saat Presiden menyinggung isu kepemilikan senjata nuklir di Timur Tengah.

Momen tersebut langsung memicu perbincangan luas di media sosial, terutama di platform X. Potongan video yang memperlihatkan siaran terputus ketika Presiden sedang menjelaskan potensi efek domino proliferasi senjata nuklir ramai dibagikan oleh warganet dan memunculkan berbagai spekulasi.

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat memicu perlombaan kepemilikan senjata nuklir di kawasan.

BACA JUGA  Iran Ancam Hantam Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Perundingan Nuklir Gagal

“Tiap sore, tiap malam dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian menyinggung laporan mengenai dugaan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran dan kemungkinan negara-negara lain di kawasan akan mengikuti langkah serupa.

“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat (UEA), Qatar, sampai Mesir juga ingin punya senjata nuklir,” kata Prabowo.

Ia juga mengingatkan bahwa perebutan sumber daya alam sering menjadi pemicu konflik berkepanjangan.

“Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ. Divide et impera itu bukan tulisan di buku sejarah. Itu nyata,” tegasnya.

BACA JUGA  Mossad: Iran Masih Berpotensi Membuat Senjata Nuklir

Di tengah penyampaian materi tersebut, tayangan siaran langsung mendadak berhenti. Akun X @ardisatriawan kemudian mengunggah potongan video yang menunjukkan momen itu dan menulis bahwa siaran terhenti tepat ketika Presiden membahas isu nuklir. Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam tanggapan dari pengguna media sosial.

Sebagian warganet mengimbau agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai penyebab terputusnya siaran. Salah satu akun, @sulthanarusy, menilai isu proliferasi nuklir memang sangat sensitif dan menyarankan agar masyarakat menunggu penjelasan resmi serta melihat rekaman lengkap acara sebelum berspekulasi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana maupun penyelenggara siaran mengenai penyebab terputusnya tayangan langsung tersebut. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah penghentian siaran disebabkan oleh kendala teknis, keputusan editorial, atau faktor lainnya.

BACA JUGA  Ukraina Kian Tegang, Rusia Kirim Jet yang Bisa Bawa Nuklir ke Belarus

Di luar polemik siaran langsung, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyamakan langkah dunia usaha menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global yang semakin kompleks.

Pertemuan strategis itu juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga lainnya. (Bowo/Mun)

TRENDING