Connect with us

NASIONAL

Peserta Marathon Gendong Anak, Olivia Tommy Dorong Stroller

Aktualitas.id -

Peserta Marathon Gendong Anak, Olivia Tommy Dorong Stroller

AKTUALITAS.ID – Ajang lari bergengsi ISOPLUS Marathon 2026 yang digelar di Surabaya pada Minggu (4/10/2026) mendadak menjadi bulan-bulanan warganet. Pemicunya adalah dugaan diskriminasi terang-terangan dan perlakuan “beda kasta” antara peserta umum dengan Brand Ambassador (BA) acara tersebut terkait aturan membawa stroller atau kereta dorong bayi.

Kekecewaan publik meledak setelah seorang peserta ibu-ibu membongkar perlakuan tak adil panitia melalui media sosial Threads. Niat hati ingin lari santai menyelesaikan rute 5 kilometer bersama buah hati, ia justru menelan pil pahit. Stroller miliknya mendadak disita paksa oleh panitia tepat di garis start. Padahal, peserta tersebut mengaku sudah mengantongi izin resmi dari panitia saat pengambilan Race Pack/BIB.

Akibat penyitaan sepihak itu, sang ibu terpaksa berlari sambil menggendong anaknya dari garis start hingga finish dengan kondisi fisik yang nyaris tumbang.

BACA JUGA  KONI Ajukan Revisi Permenpora 14/2024 Demi Kemajuan Olahraga Indonesia

“Wajah udah gak bisa dikondisikan pas 1 KM terakhir, udah mau pasrah lari sambil gendong anak,” tulisnya membagikan momen kelelahan luar biasa yang ia sebut ibarat “berdarah-darah”.

Rasa lelah fisik seketika berubah menjadi amarah ketika ia mengetahui jebolan MasterChef Indonesia, Olivia Tommy (Olivia MCI 8), yang hadir sebagai Brand Ambassador Isoplus, justru melenggang sangat nyaman berlari sambil mendorong stroller anaknya sepanjang rute.

Dalam unggahan media sosial pribadinya, Olivia bahkan memamerkan keceriaan momen tersebut tanpa hambatan. “Luca ini seneng banget ngebut, kalo di stroller bilangnya ‘Fast mama’… Luca enjoy banget! Bener-bener menikmati,” tulis Olivia santai.

Perbedaan perlakuan bak langit dan bumi ini sontak menyulut emosi. Peserta umum tersebut langsung melempar kritik tajam kepada pihak penyelenggara. Ia mempertanyakan mengapa selebritas mendapat karpet merah, sementara peserta umum dipaksa menaati aturan yang menyiksa.

BACA JUGA  Jurnalis Palembang Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Tempo

“Ijin nanya dengan nada lembut @isoplus7ion, apa yang membuat Mba Olivia bisa membawa stroller dari start sampai finish, sedangkan saya langsung distop dan disita?” tuntutnya.

“Apalah daya bukan mba Olive yang bisa bawa stroller dari start sampai finish meskipun udah ijin bawa dan diperbolehkan sama panitia BIB. Tapi pas panitia di start malah disita. Mungkin harus jadi ibu-ibu hits atau BA-nya Isoplus biar gak pake drama,” sindirnya pedas.

Derita peserta kasta “rakyat jelata” ini ternyata tidak berhenti di garis finish. Momen pengambilan stroller yang dijanjikan panitia justru berubah menjadi drama lempar tanggung jawab yang menguras emosi.

Bukannya mendapat pelayanan prima setelah lelah menggendong anak 5 kilometer, sang ibu mengaku dioper ke sana kemari oleh petugas hanya untuk menanyakan lokasi stroller-nya. Puncaknya, barang miliknya diduga digeledah secara sepihak oleh panitia tanpa izin yang jelas.

BACA JUGA  Jatim Fair 2019 Target Bukukan Transaksi Rp 100 Miliar

“Yang paling bikin mangkel, info awalnya nanti bisa diambil pas finish. Nyatanya malah harus muter dulu, tanya panitia dilempar sana dilempar sini. Eh, stroller-nya digeledah, sak karepe dewe (semaunya sendiri)!” keluhnya geram.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin (5/10/2026), keluhan tersebut telah viral dan memancing reaksi keras dari netizen. Publik mendesak pihak penyelenggara ISOPLUS Marathon untuk segera memberikan klarifikasi transparan terkait standar operasional prosedur (SOP) penitipan barang dan aturan keamanan stroller, agar insiden diskriminasi ini tidak menjadi preseden buruk bagi event lari nasional lainnya. Belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait polemik ini. (Mun)

TRENDING